Show simple item record

dc.contributor.advisorSudadi, Untung
dc.contributor.advisorDarmawan
dc.contributor.authorSacharina, Dinda Septian
dc.date.accessioned2014-12-18T04:32:58Z
dc.date.available2014-12-18T04:32:58Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/72158
dc.description.abstractPengembangan suatu kawasan industri memicu pengembangan kawasan urban dengan berbagai aktivitas domestik dan transportasi yang padat. Hal ini menyebabkan alihfungsi lahan pertanian dan timbulnya dampak lingkungan terhadap lahan pertanian produktif yang masih tersisa. Pemanfaatan beragam bahan kimia yang mengandung logam berat dalam aktivitas industri, transportasi dan pertanian memungkinkan tanah terkontaminasi oleh logam berat. Salah satunya adalah timbal (Pb) yang bukan merupakan hara esensial tetapi dapat diserap tanaman dari tanah untuk selanjutnya terakumulasi dalam akar, tajuk, bunga, biji dan buah maupun tubuh hewan dan manusia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi korelasi antar bobot kering biomasa, kadar Pb akar dan tajuk tanaman uji jagung dengan Pb tanah terekstrak NH4OAc-EDTA (PbNH4OAc-EDTA; tersedia) dan Aqua Regia (PbAR; total) serta toleransi tanaman uji terhadap Pb dan pengalihan Pb dari tanah pada lahan kering, pekarangan, sawah tadah hujan dan kebun campuran ke jaringan tanaman uji. Contoh tanah komposit diambil pada kedalaman 0-10 cm di 15 titik pewakil empat tipe penggunaan lahan pertanian tersebut di kawasan urban-industri Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tanaman uji jagung hibrida ditanam dengan metode Nebaüer (20 benih dalam 200 g BKM tanah) selama 21 hari di rumah kaca. Kadar Pb tanaman dianalisis dengan metode pengabuan basah (M HNO3). Analisis tanah dan tanaman dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Departemen Ilmu tanah dan Sumberdaya Lahan IPB. Rataan kadar PbAR dan PbNH4OAc-EDTA tertinggi terukur pada tanah dari pekarangan, masing-masing 40.87 dan 10.58 mg/kg, sedangkan yang terendah dari sawah tadah hujan, masing-masing 19.78 dan 4.81 mg/kg. Kadar PbAR secara sangat nyata berbanding lurus dengan PbNH4OAc-EDTA. Hanya 22.96% dari PbAR yang dapat terekstrak sebagai PbNH4OAc-EDTA. Kadar PbAR dengan PbNH4OAc-EDTA hanya berkorelasi positif nyata (p=0.0342) pada tanah dari lahan kering. Kadar PbNH4OAc-EDTA tidak berkorelasi nyata (p>5%) dengan bobot kering akar, tajuk dan tanaman uji. Kadar PbNH4OAc-EDTA tidak berkorelasi nyata (p>5%) dengan kadar Pb-akar. Serapan Pb-akar tertinggi terukur pada tanah dari kebun campuran (2.86 μg/pot) dan yang terendah pada tanah dari pekarangan (0.29 μg/pot). Nilai koefisien pengalihan atau Ct Pb pada tanah dari lahan kering (1.65) > kebun campuran (1.49) > pekarangan (0.08). Nilai indeks toleransi tanaman uji terhadap kontaminasi Pb atau Ti Pb pada tanah pekarangan (2.62) > lahan kering (1.92) > kebun campuran (1.87).en
dc.language.isoid
dc.subject.ddcSoil Science Land Resourceen
dc.subject.ddcLand useen
dc.subject.ddc2014en
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baraten
dc.titleKorelasi Pb-Akar dan Pb-Tajuk Jagung dengan Pb-Tanah pada Empat Tipe Penggunaan Lahan Pertanian di Kawasan Urban-Industri Cileungsi, Jawa Baraten
dc.subject.keywordindeks toleransien
dc.subject.keywordkawasan urban-industrien
dc.subject.keywordkoefisien pengalihanen
dc.subject.keywordPben


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record