Show simple item record

dc.contributor.advisorsugiarto, yon
dc.contributor.advisorestiningtyas, woro
dc.contributor.authordewi, Wahyu sukmana
dc.date.accessioned2014-12-15T08:04:07Z
dc.date.available2014-12-15T08:04:07Z
dc.date.issued2014-12-15
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/71425
dc.description.abstractResiko iklim kekeringan berkaitan dengan sistem usahatani padi. Adaptasi bencana kekeringan dapat dilakukan dengan asuransi indeks iklim. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi kejadian kekeringan dan menganalisis indeks iklim untuk kejadian kekeringan di wilayah kajian. Indeks iklim disusun menggunakan metode Historical Burn Analysis (HBA) dengan curah hujan sebagai parameter iklim utama. Trigger dan exit ditentukan berdasarkan runut waktu yang panjang untuk menentukan indeks musim yang akan datang. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kecamatan Kebonagung memiliki nilai exit dan trigger tertinggi yaitu 89 dan 116 mm. Petani menerima pembayaran penuh jika curah hujan di bawah 89 mm dan pembayaran tidak akan dilakukan apabila curah hujan berada di atas 116 mm. Kekeringan yang teridentifikasi di Kabupaten Pacitan dianalisis berdasarkan kejadian kekeringan terkena dengan periode 2 mingguan. Indeks iklim ini dapat dijadikan suatu langkah adaptasi untuk petani dalam menghadapi musim kemarau.en
dc.language.isoid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)
dc.titleAnalisis indeks iklim dengan metode historical burn untuk pengembangan asuransi indeks iklimen
dc.typeUndergraduate Thesisen
dc.subject.keywordadaptasien
dc.subject.keywordindeks iklimen
dc.subject.keywordkekeringanen
dc.subject.keywordmetode Historical Burn Analysis (HBA)en


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record