View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Transformasi genetik Kentang (Solanum tuberosum L.) Kultivar Atlantik dengan Gen Penyandi Lisozim Melalui Perantara Agrobacterium tumefaciens

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (9.970Mb)
      Date
      2014
      Author
      Manguntungi, Baso
      Suharsono
      Widyastuti, Utut
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Produktivitas tanaman kentang Indonesia pada tahun 2012 adalah 16.58 ton/Ha dan menurun pada tahun 2013 menjadi 16.01 ton/Ha. Kendala utama dalam produksi kentang tersebut adalah penyediaan bibit yang kurang bermutu. Selain itu, rendahnya produksi kentang juga disebabkan oleh iklim yang kurang mendukung dan gangguan hama dan penyakit. Iklim di wilayah tropis sangat mendukung berkembangnya penyakit. Bakteri adalah salah satu penyebab penyakit utama pada tanaman kentang. Penyakit utama pada kentang yang disebabkan oleh bakteri adalah penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum dan busuk lunak yang disebabkan oleh Erwinia carotovora. Untuk mengatasi masalah tersebut, tanaman yang resisten sangat diperlukan. Perakitan tanaman yang resisten terhadap bakteri dapat dilakukan melalui rekayasa genetika dengan menggunakan gen yang menghasilkan enzim yang dapat mendegradasi dinding sel bakteri. Lisozim merupakan enzim yang mampu menghidrolisis ikatan β-1,4-glikosida dari peptidoglikan yaitu antara asam N-asetil glukosamin dan asam N-asetil muramat yang merupakan penyusun dinding sel bakteri gram positif dan bakteri gram negatif sehingga memiliki aktivitas bakterisidal. Enzim ini dapat digunakan untuk menanggulangi penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh R. solanacearum dan busuk lunak yang disebabkan oleh E. carotovora yang merupakan penyakit utama pada kentang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan transformasi genetik kentang kultivar Atlantik dengan gen penyandi lisozim melalui perantara Agrobacterium tumefaciens. Transformasi genetik kentang dilakukan melalui metode ko-kultivasi dengan menggunakan A. tumefaciens LBA 4404. Dari 240 eksplan yang terdiri dari potongan ruas batang dan daun, penelitian ini menghasilkan 28 tunas putatif transgenik. Analisis terhadap 2 tunas transgenik putatif menunjukkan bahwa keduanya merupakan kentang transgenik yang mengandung gen lisozim di bawah kendali promoter 35S CaMV dan terminator Nos. Berdasarkan efisiensi transformasi maka eksplan daun dengan efisiensi transformasi 16.67% lebih baik daripada eksplan ruas buku (internode) dengan efisiensi transformasi 6.67%. Salah satu tanaman kentang transgenik yang mengandung gen lisozim adalah tahan terhadap R. solanacearum dan terhadap E. carotovora, sedangkan tanaman kentang nontransgenik rentan terhadap kedua jenis bakteri tersebut.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/71298
      Collections
      • MT - Mathematics and Natural Science [4143]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository