Show simple item record

dc.contributor.advisorSugandi, Dawan
dc.contributor.advisorMartojo, Harimurti
dc.contributor.advisorNasoetion, Andi Hakim
dc.contributor.advisorHutabarat, Pittor H.
dc.contributor.advisorFardiaz, Dedi
dc.contributor.authorHarahap, Dewani
dc.date.accessioned2010-03-23T04:30:20Z
dc.date.available2010-03-23T04:30:20Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/711
dc.description.abstractItik sudah dianggap sebagai ternak lokal karena telah lama beradaptasi di Indonesia. Itik Tegal (Anas piatyrhinchos) terkenal sebagai penghasil telur yang baik. Itik Manila yang biasa disebut entog (Cairina moschata) sebagai penghasil telur kurang baik tetapi karena badannya besar baik sebagai itik potong. Akan tetapi entog ini lebih populer sebagai penetas telur itik yang baik. Pemeliharaan itik secara ekstensif tradisional, memberi kesempatan terjadinya perkawinan silang antara itik dengan entog, yang menghasilkan hibrida yang disebut mandalung. Mandalung ini bertubuh besar menyerupai entog dan dapat menggunakan pakan berkualitas rendah dan dagingnya tidak berbau amis.
dc.languageid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subject.ddcAnimal Science
dc.titlePotensi itik mandalung sebagai penghasil daging ditinjau dari berat karkas dan penilaian organoleptik dagingnya dibandingkan dengan tetuanyaid
dc.typeDissertations
dc.subject.keywordDucks
dc.subject.keywordTegal duck
dc.subject.keywordMuscovy duck
dc.subject.keywordcrossbreeding
dc.subject.keywordMandalung


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record