| dc.description.abstract | Pada saat ini, lumut kerak dikenal sebagai bioindikator untuk pemantauan kualitas udara. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keanekaragaman jenis lumut kerak serta responnya sebagai bioindikator pencemaran udara. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret sampai bulan April 2014 di Hutan Kota PT. Jakarta Industrial Estate Pulogadung (PT. JIEP), Jakarta Timur dan tegakan mahoni Cikabayan kampus IPB Dramaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis lumut kerak di Hutan Kota PT. JIEP lebih rendah dengan nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 0.869 dibandingkan dengan di tegakan mahoni Cikabayan IPB dengan H’ sebesar 2.592. Komposisi jenis lumut kerak di Hutan Kota PT. JIEP ditemukan 6 jenis, sedangkan di tegakan mahoni Cikabayan IPB ditemukan 19 jenis. Secara umum, lumut kerak menunjukkan respon yang berbeda dalam hal frekuensi perjumpaan, perubahan warna, dan kerusakan lumut kerak serta perbedaan persentase tutupan lumut kerak di kedua lokasi penelitian. | en |