Show simple item record

dc.contributor.advisorAgungpriyono, Dewi Ratih
dc.contributor.advisorEstuningsih, Sri
dc.contributor.authorSubangkit, Mawar
dc.date.accessioned2014-04-30T02:30:34Z
dc.date.available2014-04-30T02:30:34Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/68756
dc.description.abstractMarek’s Disease (MD) merupakan penyakit viral yang memiliki banyak diagnosa banding. Hingga saat ini imunohistokimia (IHK) masih menjadi metode unggulan alat diagnostik terhadap MD. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan kejadian MD yang mampu dideteksi dengan antibodi poliklonal, dimana antibodi tersebut diproduksi dari vaksin live MD strain Herpesvirus of Turkey (HVT). Empat kelinci jantan strain New Zealand White umur 10 minggu dibagi menjadi 2 kelompok. Sebanyak 2 ekor kelinci sebagai kontrol yang diinduksi dengan 0.9% NaCl dan 2 ekor kelinci lain diinduksi dengan 250 μg vaksin live MD strain HVT yang diaplikasikan secara subkutan. Boosting dilakukan sebanyak 2 kali selama 6 minggu dan serum darah dikoleksi untuk dimurnikan dengan metode presipitasi dan FPLC. Titer antibodi diperiksa dengan metode ELISA dan pengujian kesesuaian antibodi yang diproduksi dengan metode Western Blot. Dari 37 sampel yang telah didiagnosa MD memberikan hasil 34 sampel imunoreaktif terhadap antibodi yang diproduksi dan 3 sampel non-imunoreaktif terhadap antibodi yang diproduksi. Sehingga diperoleh angka kepercayaan diagnosa dengan metode konvensional sebesar 91.89%.en
dc.language.isoid
dc.titleKajian Diagnostik Patologi Penyakit Marek menggunakan Metode Imunohistokimia.en
dc.subject.keywordantibodi poliklonalen
dc.subject.keywordimunohistokimiaen
dc.subject.keywordpenyakit Mareken
dc.subject.keywordvaksin Marek HVTen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record