Show simple item record

dc.contributor.advisorRauf, Aunu
dc.contributor.authorYusuf, Ridwan Sufyana
dc.date.accessioned2013-03-13T03:33:50Z
dc.date.available2013-03-13T03:33:50Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/61203
dc.description.abstractKutu aulacaspis sikas (KAS), Aulacaspis yasumatsui Takagi (Hemiptera: Diaspididae), pertama kali ditemukan di Bogor pada akhir tahun 2011, dan menyebabkan kerusakan berat pada Cycas revoluta. Serangan berat yang terusmenerus dapat menyebabkan kematian tanaman dalam rentang waktu 2-3 bulan.Pada keadaan serangan ringan, proporsi kutu betina lebih banyak daripada jantan. Musuh alami yang umum ditemukan adalah parasitoid Arrhenophagus chionaspidis Aurivillius (Hymenoptera: Encyrtidae) dan Signiphora bifasciata Ashmead (Hymenoptera: Signiphoridae). Peran A. chionaspidis dalam menekan populasi KAS diperkirakan sangat terbatas karena hanya memarasit kutu jantan,dan pada saat yang bersamaanS. bifasciatamenurunkan populasinya karena bersifat sebagai hiperparasitoid. Musuh alami lain yang ditemukan adalah kumbang predator Cybocephalus nipponicusEndrody-Younga (Coleoptera: Cybocephalidae). Hingga saat ini, A. yasumatsui ditemukan menginfestasi tanaman di beberapat tempat di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah dan Sulawesi Utara. Upaya pencegahan perlu dilakukan agar hama ini tidak menyebar lebih luas ke wilayah lainnya Indonesia. Untuk menghambat perkembangan populasi KAS, pengendalian dini perlu dilakukan dengan menyikat atau memangkas daun yang terserang.en
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titleSurvey Hama Pendatang Baru Aulacaspis yasumatsui Takagi (Hempitera: Diaspididae) pada Tanaman Sikas di Bogoren


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record