Show simple item record

Korelasi Model Arsitektur Pohon dengan Konservasi tanah dan air di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

dc.contributor.advisorSediadi, Dede
dc.contributor.advisorQayim, Ibnul
dc.contributor.authorFaye, Sanou
dc.date.accessioned2012-09-12T03:56:54Z
dc.date.available2012-09-12T03:56:54Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57159
dc.description.abstractSoil erosion by water is a worldwide environmental problem which degrades soil productivity and water quality. This research was conducted to find out how tree architecture models influence stemflow, throughfall, infiltration, surface runoff and erosion. The sample of the research was two trees at sub-montane zone Castanopsis argentea BI.with Stone‟s model and Michelia montana Blume. with Petit‟s model. Soil conservation parameter measured for stemflow, throughfall, infiltration, surface runoff and erosion. Multiple linear regression and principal component analyses were used to get the correlation of each parameter. Correlation of the two models Stone and Petit is nearly pursuant to value of stemflow. Stemflow of Stone model (4.73 mm) is slightly smaller than Petit‟s model (6.20 mm). The two models showed also tighter correlation pursuant to value of throughfall, which indicates 657.82 and 640.91 mm for Stone‟s model and Petit‟s model respectively. Runoff estimated was 15.74 and 10.87 mm for the same models. The two models Stone and Petit reduced runoff by 31.33 % and 45.37 %, respectively, as compared to the control surface. Similarly, soil loss was quantified in 1.98, 0.82 and 0.76 ton ha-1year-1 for the Control, Stone model and Petit models, respectively. Above results show that Michelia Montana Blume. is better than Castanopsis argentea BI. to be developed in soil and water conservation.en
dc.description.abstractErosi tanah merupakan salah satu masalah ekologi yang berkaitan dengan konservasi tanah dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model arsitektur terhadap aliran batang, curahan tajuk, aliran permukaan dan erosi. Sampel pada penelitian adalah dua pohon sub-montana yaitu Castanopsis argéntea dengan model Rauh dan Michelia montana dengan model Petit. Parameter konservasi tanah yang diukur adalah aliran batang, curahan tajuk, infiltrasi, aliran permukaan dan erosi. Regresi berganda dan analisis komponen utama digunakan untuk menentukan korelasi antara parameter. Korelasi pada kedua model mendekati untuk aliran batang. Aliran batang pada model Stone (4,73 mm) lebih kecil dibandingkan dengan model Petit (6,20 mm). Kedua model menunjukkan juga pola curahan tajuk yang sama. Curahan tajuk (640,91 mm) pada model Stone lebih kecil dibandingkan dengan Curahan tajuk model Petit (657,82 mm). Aliran permukaan pada model Petit (10,87mm) lebih kecil dibandingkan dengan model Rauh (15,74 mm). Kedua model Stone dan Petit masing-masing mampu reduksikan 31,33% dan 45,37% aliran permukaan dibandingkan kontrolnya. Demikian pula erosi tanah pada model Petit (0,76 ton/ha/tahun) adalah yang paling kecil dibandingkan dengan model Stone (0,82 ton/ha/tahun) dan Kontrol (1,98 ton/ha/tahun). Hasil di atas menunjukkan bahwa Michelia montana Blume.dengan model arsitektur Petit lebih baik daripada Castanopsis argentea BI dengan model arsitektur Stone untuk mendukung usaha konservasi tanah dan air.ind
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjecttree architecture stone and petit modelsen
dc.subjectstemflowen
dc.subjectthroughfallen
dc.subjectinfiltrationen
dc.subjectrunoffen
dc.subjecterosionen
dc.titleCorrelation between Tree Architecture Models, Soil and Water Conservation at Gunung Halimun-Salak National Parken
dc.titleKorelasi Model Arsitektur Pohon dengan Konservasi tanah dan air di Taman Nasional Gunung Halimun Salakind


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record