| dc.contributor.advisor | Sutyobroto, Bambang | |
| dc.contributor.advisor | JuLiandi, Berry | |
| dc.contributor.author | Siregar, Mahran Alfian | |
| dc.date.accessioned | 2012-06-27T03:25:10Z | |
| dc.date.available | 2012-06-27T03:25:10Z | |
| dc.date.issued | 2009 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/55278 | |
| dc.description.abstract | The morphometric geometry technique or known as Thine Plate Spile I()\ (TPS) is a method to observe the face variation of human, animal and plant. Using ~ the applicable method, the bataknese face variation could be detennined, in which ;: the bataknese face in north Sumatera consists of several sub tribes. The sampling ~ 101 people of each male and female of sub Toba-bataknese and sub Angkola"[ bataknese was collected. The bataknese distribution was generally located in two ~ sites; first in in northern Tapanuli for sub Toba-bataknese and second in southern =. Tapanuli and in Padang for sub Angkola-bataknese. AU pictures of the front and ~ side face were undertaken by digital camera and then digitated anatomically by ~ putting 26 dots of the front face and 16 dots of side face. The TPSRel W was used ~ to obtain the concession of face anatomy and utilized the R-software to make the ~ face grouping in dendrogram. To find the defonnation grid of the face structure [ was used TPSSpline and to observe the face variation was applied the TPSSuper. "'C The result showed that the male face variation tended to be similar to front face of ~ sub Toba-and Angkola-bataknese, while three groups for side face of both ~. bataknese were found. For female face, it showed that in sub Toba-bataknese ~ there are four groups of the front face and three groups of the side face. In sub &' Angkola-bataknese, female face showed that three groups were observed in both <g faces, but there are still several faces could not be grouped in the group . | en |
| dc.description.abstract | Wajah rnanusia rnenyimpan banyak infonnasi sering digunakan untuk menentukan jenis kelamin serta umur, kesukuan, status, pesona dan hal-hal penting lainnya. Bentuk-bentuk wajah manusia mempunyai banyak variasi @ yang disebabkan perbedaan info111)asi genetik dan pengaruh lingkungan. :I: Walaupun demikian dalam keragaman itu terdapat pengelompokan bentuk wajah. ~ Hal tersebut sudah lama diketahui namun belum bisa dibuktikan dengan ~. perhitungan kuantitatif. iii Wajah rnanusia juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi asal daerah 2. (etnis/suku) yang ada di berbagai daerah wilayah Indonesia. Suku Batak ~ sebagai salah satu yang dijumpai di wilayah Indonesia terdiri dari beberapa sub ~ suku Batak. Suku bangsa Batak, terdiri dari subsuku bangsa antara lain : Toba, -::: Karo, Simalungun, Pakpak, Angkola dan Mandailing. Suku Batak secara umum .~. ditemukan di propinsi Surnatera Utara yang dijumpai dibeberapa wilayah ~ kabupaten dan kota. Pada awalnya masing-masing subsuku menempati daerah- ~ daerah khusus bagi masing-masing suku, namun sekarang ini penyebaran suku ~ Batak hampir dijumpai diberbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia. ~ Penelitian tentang Variasi Wajah Suku Batak dilakukan untuk melihat ~. sejauh mana kekerabatan pada masyarakat Batak. Metode yang digunakan dalam OJ penelititian ini adalah tekhnik morfometrika salah satunya rnenggunakan metode g yang dikenal dengan Thine Plate Spline (TPS). Metode ini menggunakan data g kuantitatif hasil pengukuran yang rnenggunakan beberapa titik-titiik anatomi Landmark. Dari pergerakan titik-titik anatomi dapat dihasilkan bentuk-bentuk wajah yang diteliti. Dengan perangkat morfometrika geometris, variasi dari suatu bentuk ke bentuk lainnya dapat dideskripsikan. | |
| dc.description.abstract | The Bataknese Face Variation. | |
| dc.subject | morphometric geometry | en |
| dc.subject | TPS | en |
| dc.subject | face | en |
| dc.subject | batakness | en |
| dc.subject | Angkola | en |
| dc.subject | Toba | en |
| dc.subject | Bogor Agricultural University (IPB) | en |
| dc.title | Variasi Wajah Suku Batak | en |