Dampak kebijakan fiskal terhadap perubahan struktur output dan tenaga kerja di Provinsi Jawa Barat
The impact of fiscal policy on output and labor structural change in West Java Province

Date
2010Author
Dirgantoro, Muhammad Arief
Mangkuprawira, Sjafri
Siregar, Hermanto
Sinaga, Bonar M.
Metadata
Show full item recordAbstract
Pada masa penerapan kebijakan sentralisasi fiskal, walaupun terjadi pertumbuhan ekonomi tetapi taraf hidup masyarakat tidak berubah. Oleh karena itu, kebijakan desentralisasi fiskal merupakan salah satu pilihan yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis perubahan struktur output dan tenaga kerja di Provinsi Jawa Barat, (2) mengkaji keterkaitan antar sektor pada saat berlangsungnya perubahan struktur output dan tenaga kerja, terutama antara sektor pertanian, industri dan sektor lainnya, (3) menganalisis dampak kebijakan fiskal terhadap output dan perubahan struktur output di Provinsi Jawa Barat, (4) mengkaji dampak kebijakani fiskal terhadap perubahan struktur tenaga kerja di Provinsi Jawa Barat. Guna menjawab tujuan tersebut maka dibangun model persamaan simultan yang terdiri dari 32 persamaan struktural dan 16 persamaan identitas. Penelitian ini menggunakan pool data. Data dianalisis dengan analisis desktiptif, model ekonometrika, dan peramalan yang menggunakan berbagai alternatif skenario kebijakan. Model diestimasi dengan menggunakan metode 2SLS menggunakan prosedur SYSLIN. Simulasi peramalan menggunakan prosedur SIMNLIN. Selama berlangsungnya proses pembangunan, Provinsi Jawa Barat mengalami perubahan struktur output dan tenaga kerja. Perubahan struktur output antara sektor pertanian, industri pengolahan dan sektor lainnya tidak secara langsung diikuti oleh perubahan struktur tenaga kerja. Setelah desentralisasi fiskal, terjadi peningkatan kontribusi output dan tenaga kerja di sektor non pertanian dan terjadi penurunan kontribusi output dan tenaga kerja di sektor pertanian. Peningkatan penerimaan daerah berdampak pada peningkatan pengeluaran daerah. Peningkatan pengeluaran daerah berdampak pada peningkatan output sektor. Tetapi peningkatan output sektor pertanian lebih kecil dari non pertanian, sehingga rasio ekonomi menjadi menurun yang menandakan terjadi perubahan struktur output. Peningkatan output sektor berdampak pada peningkatan tenaga kerja sektor. Tetapi peningkatan tenaga kerja sektor pertanian lebih kecil dari non pertanian, sehingga rasio tenaga kerja menjadi menurun yang menandakan terjadi perubahan struktur tenaga kerja. Upaya untuk mempercepat peningkatan output dan penyerapan tenaga kerja sektor, pemerintah dapat menjalankan kebijakan peningkatan pengeluaran daerah yang didanai dari penerimaan daerah, sementara penerimaan daerah dipengaruhi oleh output. Oleh karena itu penting bagi pemerintah daerah untuk mengupayakan peningkatan output. The objectives of this research are: (1) to analyze the change on both output and labor structure in West Java Province, (2) to analyze the interrelation among sectors when the change on output and labor structure occur, particularly among agricultural, industrial and service sectors, (3) to analyze the impact of fiscal policies on both output growth and output structural change in West Java Province, and (4) to analyze the impact of fiscal policies on the labor structural change in West Java Province. In order to answer the above, a simultaneous equation model was established, consisting of 32 structural equations and 16 identity equations. Furthermore, this research used data pooling where data were analyzed with descriptive analysis, econometric model, as well as predictions using a variety of policy scenario alternatives. Model was then estimated by 2SLS method. In its development era, West Java Province experienced a change process on output and labor structure. The decrease on agricultural sector contribution was not automatically followed by the increase on labor contribution in industrial sector since it was absorbed by other sectors such as the informal ones. After fiscal decentralization policies were applied, there was an increase not only on output contribution but also on labor of non agricultural sectors; conversely, there was a decrease on both output contribution and labor of agricultural sector. The increase on both receipt and expenditure gave a positive impact on output sector, but increase in output agricultural sector is less than non agricultural sector, and it lead to output structural change. The increase in output sector gave a positive impact on labor sector, but increase on labor of agricultural sector is less than non agricultural sector, and it lead to labor structural change. The increase on income from DAU and expenditure regional gave a positive impact on not only PDRB and labor agricultural sectors but also PDRB and labor non agricultural sectors. Hence, government needs to carry out fiscal policies, for instance by increasing both income from DAU and expenditure to increase the output and labor absorption.
