Show simple item record

Reproductive Performance of Indonesian Racehorses.

dc.contributor.advisorAmrozi
dc.contributor.authorRahman, Aulia Miftakhur
dc.date.accessioned2012-06-18T05:45:10Z
dc.date.available2012-06-18T05:45:10Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/54927
dc.description.abstractThe efficiency of Indonesian racehorse’s reproductive strategies could be determined by its reproductive performance. This study was aimed to determine the performance and reproductive disorders of Indonesian racehorses. In 2010, there were 310 Indonesian racehorses mares examined in various stable spread on the Java Island and Madura Island. Early pregnancy examinations were generally performed on days 18 and 20 after mating using perectal ultrasonography. Pregnancy rate recorded were 65.07% (190 mares) of the 292 mares that mated one or more times. Pregnancy disorders detected were twin pregnancy (6.32% or 12 mares), early embryonic death (7.37% or 14 mares) and, 1.29% abortion from 190 pregnancy. Records of reproductive system disorder were pyometra (1.29% or 2 mares), endometritis (15.81% or 42 mares), and ovarian hypofunction (4.52% or 13 mares) of all mares were checkeden
dc.description.abstractPerforma reproduksi kuda pacu Indonesia perlu diketahui untuk menentukan strategi efisiensi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan dan gangguan reproduksi kuda di Indonesia. Selama tahun 2010, tercatat sebanyak 310 ekor kuda pacu indonesia betina diperiksa di berbagai stable yang tersebar di Pulau Jawa dan Pulau Madura, Indonesia. Pemeriksaan kebuntingan dini dilakukan pada hari 18 dan 20 setelah kawin menggunakan ultrasonografi secara perektal. Tingkat keberhasilan kebuntingan mencapai 65,07% (190 ekor) dari satu atau lebih perkawinan (292 ekor). Gangguan kebuntingan yang tercatat adalah kebuntingan kembar sebanyak 6,32% (12 ekor), kematian embrio dini sebanyak 7,37% (14 ekor) dan, abortus sebanyak 1,29% dari 190 kebuntingan. Gangguan sistem reproduksi yang tercatat adalah pyometra sebanyak 1,29% (2 ekor), endometritis sebanyak 15,81% (42 ekor), dan hipofungsi ovari sebanyak 4,52% (13 ekor) dari seluruh kuda yang diperiksa
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.subjectIndonesian racehorseen
dc.subjectpregnancy raten
dc.subjectreproductive disorderen
dc.subjectreproductive performanceen
dc.titlePerforma Reproduksi Kuda Pacu Indonesiaen
dc.titleReproductive Performance of Indonesian Racehorses.


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record