Show simple item record

dc.contributor.authorWiryawan, Budy
dc.date.accessioned2011-10-10T03:10:16Z
dc.date.available2011-10-10T03:10:16Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/51031
dc.description.abstractIndonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki luas wilayah laut lebih besar dari pada luas daratan, dengan total panjang garis pantainya terpanjang kedua di dunia. Hal ini terlihat dari jumlah pulau yang ada di wilayah Indonesia sebanyak ± 17.508 pulau dengan garis pesisir ± 81.290 km atau ± 18,4 % dari 440.000 km garis pesisir dunia. Wilayah lautan Indonesia yang terletak pada garis khatulistiwa terkenal memiliki kekayaan dan keanekaragaman sumberdaya alamnya, baik sumberdaya alam yang dapat pulih ; seperti perikanan, hutan mangrove, terumbu karang) dan yang tidak dapat pulih seperti (bahan tambang). Wilayah pesisir juga memiliki arti strategis karena merupakan wilayah peralihan (interface) antara ekosistem darat dan laut, serta memiliki potensi sumberdaya alam dan jasa lingkungan yang sangat kaya Kekayaan sumberdaya tersebut menimbulkan daya tarik bagi berbagai pihak untuk memanfaatkan.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titleKawasan Konservasi Laut sebagai Instrumen Pengelolaan Perikanan Tangkap: Pembelajaran dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timuren


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record