| dc.description.abstract | Jambu mete sebagai salah satu komoditas tanaman perkebunan telah dikembangkan di Indonesia sejak tahun tujuh puluhan. Dewasa ini, tanaman jambu mete dikembangkan secara besar-besaran utamanya di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Salah satu daerah pengembangan tanaman jambu mete di Kawasan Timur Indonesia (KTI) adalah Propinsi Sulawesi Tenggara. Untuk tahun 1999, luas areal tanaman jambu mete sebesar 25% dari total luas areal jambu mete di Indonesia, sedangkan untuk produksi sebesar 30.54 % dari total produksi jambu mete di Indonesia. Dalam proses pengembangan jambu mete di Sulawesi Tenggara tidak terlepas dari adanya hambatan-hambatan antara lain: (a) pengusahaan jambu mete sebagian besar dikelola rakyat yang dicirikan oleh lemahnya teknik budidaya dan manajemen (b) struktur pasar komoditas jambu mete cenderung merugikan petani, dan (c) keterbatasan jangkauan industri pengolahan jambu mete. Berdasarkan uraian diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis daya saing komoditas jambu mete di Sulawesi Tenggara yang dilihat berdasarkan keunggulan komparatif dan kompetitif. Kemudian untuk menganalisis efisiensi tataniaga komoditas jambu mete, yang merupakan syarat pendukung untuk menghasilkan komoditas yang mempunyai daya saing. Penelitian dilakukan di Propinsi Sulawesi Tenggara dengan mengambil daerah sampel adalah desa Watulea, kecamatan Gu, kabupaten Buton dan desa Wuna, kecamatan Lawa, kabupaten Muna. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan petani dan lembaga tataniaga yang terlibat dalam saluran tataniaga. Sedangkan data sekunder berasal dari instansi terkait dan literatur yang relevan dalam penelitian ini. | |