Studi Q Fever pada ruminansia di wilayah Bogor dan provinsi Bali menggunakan metode nested-polymerase chain reaction dan uji indirect immunofluorescent antibody
Date
2006Author
Mahatmi, Hapsari
Pasaribu, Fachriyan Hasmi
Soejoedono, Retno Damayanti
Setiyono, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Q fever merupakan penyakit zoonosis yang sangat kontagius, menyerang manusia yang ditularkan dari ruminansia; sapi, domba dan kambing serta vektor-vektor lain seperti tikus dan artropoda. Q fever menjadi ancaman kesehatan bagi peternak, pekerja rumah potong dan masyarakat urban dengan tingkat sanitasi lingkungan yang rendah. Penyebab Q fever adalah bakteri Coxiella burnetii yang bersifat obligat intraseluler Penelitian yang dilakukan bertujuan mendeteksi dan mengetahui seroprevalensi C. burnetii penyebab Q fever pada ruminansia; sapi domb hilik IPB (Institut Pertania ian Bogor) dan kambing. Metode yang dipakai untuk identifikasi C.burnetii menggunakan Nested-Polymerase Chain Reaction (Nested-PCR) sedang untuk mengetahui seroprevalensi Q fever digunakan metode uji indirect immunofluorescent antibody (IFA). Hasil penelitian dengan nested-PCR menunjukkan bahwa 15 dari 245 ekor Sapi (6.12%) positif diantaranya 3 adalah sapi Bali, 6 dari 105 ekor domba (5,71%) dan tidak ditemukan C. burnetii pada kambing dari Bali. Hasil penelitian terhadap adanya IgG spesifik C. burnetii menunjukkan seropositif pada 22 ekor dari 69 elgor domba yang diteliti (31,88%) dan 14 ekor dari 69 ekor kambing (20,28%). Titer IgG tertinggi yang terdeteksi adalah sebesar 1:128 yang didapatkan pada 3 ekor domba yang ketiganya sedang bunting. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemungkinan Q fever sudah merupakan kasus endemis yang menyerang sapi, domba dan kambing di wilayah Bogor. Penelitian Q fever pada ruminansia menggunakan metode PCR dan uji IFA adalah yang pertamakalinya dilakukan di Indonesia.
Collections
- DF - Veterinary Science [311]

