| dc.description.abstract | Kayu adalah struktur kompleks yang heterogen terdiri dari tiga komponen kimia utama, yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin. Sebagai bahan berlignoselulosa kayu memiliki kelemahan terutama adalah dapat diserang oleh organisme perusak seperti jamur, rayap dan bubuk. Hal tersebut akan menyebabkan umur pakai kayu menjadi berkurang. Bila penggunaan bahan pengawet kimia sintetik kurang hati-hati atau tidak bijaksana dapat berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan mendorong para ilmuwan untuk menemukan bahan pengawet yang lebih ramah lingkungan, seperti yang bersumber dari bahan nabati. Kardinan (2000) menyebutkan bahwa kelompok tumbuhan yang termasuk insektisida nabati diantaranya adalah sirsak (Annona muricata L), mimba (Azadirachta indica) dan tuba (Derris elliptical. Ketiga jenis tersebut berturut-turut mengandung annonain, azadiraehtin dan rotenon. Cara kerja mimba dalam mengendalikan hama serangga yaitu mengganggu proses fisiologi atau pertumbuhan serangga. Sedangkan rotenon merupakan racun penghambat metabolisme dan sistem saraf yang bekerja perlahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efikasi ekstrak daun mimba dan akar tuba yang digunakan sebagai bahan pengendali serangan rayap tanah dan mencari konsentrasi yang paling baik pada pengawet daun mimba dan akar tuba dalam mengendalikan serangan rayap tanah. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan berarti dalam perkembangan teknologi pengawetan kayu tanpa memberikan dampak pencemaran yang berarti terhadap lingkungan. Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah akar tumbuhan tuba dan daun mimba, etanol 96 %, kain saring, spidol, kertas label, rayap tanah Coptotermes curvignathus Holmgren, Willey mill, timbangan, oven, rotary vaccum evaporator, gelas ukur, labu erlenmeyer, eawan porselin, gelas pengaduk, aluminium foil, calipper, botol kaea dan beaker glass. Dalam penelitian ini diuji efikasi ekstrak daun mimba dan akar tuba terhadap nilai mortalitas rayap dan penurunan berat kertas saring. Hasil penelitian menunjukkan kadar air daun mimba kering dan akar tuba dalam penelitian ini adalah 17.3 % dan 10.6 %. Proses ekstraksi pengawet daun mimba dan akar tuba dengan etanol 96 % dalam suhu kamar selama 3 hari menghasilkan rendemen 1.72 % dan 5.98 %. Konsentrasi ekstrak daun mimba dan akar tuba yang didapatkan yaitu 3.4 %, 5.4 %, 7.3 % dan 8.4 %. Pada pengawet akar tuba setelah 7 hari nilai mortalitasnya lebih tinggi daripada pengawet daun mimba pada konsentrasi 3.4 % dan 5.4 %. Analisis dengan uji t-student terhadap mortalitas rayap menunjukkan bahwa mortalitas pada contoh uji yang direndam dalam etanol dan yang tanpa perendaman etanol berbeda nyata. | en |