Show simple item record

dc.contributor.advisorSyafii, Wasrin
dc.contributor.advisorNandika, Dodi
dc.contributor.authorKuswanto, Eko
dc.date.accessioned2010-04-19T03:44:40Z
dc.date.available2010-04-19T03:44:40Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/4920
dc.description.abstractSejalan dengan laju pembangunan, kebutuhan akan kayu di Indonesia semakin meningkat. Kayu dari hutan alam dengan keawetan yang tinggi semakin diminati masyarakat, di pihak lain persediaan kayu tersebut semakin terbatas. Keberhasilan pemerintah menggalakkan hutan tanaman industri mengubah kecenderungan konsumsi kayu di masa mendatang beralih ke hutan-hutan tanaman tersebut. Masalah baru akan muncul karena jenis kayu dari hutan tanaman ini umumnya merupakan jenis cepat tumbuh yang memiliki keawetan alami yang rendah. Hal ini menjadikan perlunya memperbaiki keawetan kayu-kayu tersebut agar masa pakainya dapat diperpanjang. Kayu yang keawetan alaminya tinggi dapat dimanfaatkan ekstraktifnya sebagai bahan pengawet alami bagi kayu, hal ini menguntungkan karena bahan ini cenderung tidak mencemari lingkungan dan dapat diperbarui Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan komponen utama ekstraktif kayu eboni dan kolaka serta efikasinya terhadap jamur pelapuk Schizophyllum commune Fries dan rayap tanah Coptotermes curvignathus Holmgren. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Hutan Tropika Pusat Studi Ilmu Hayati dan Laboratorium Kimia Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Jenis kayu yang digunakan adalah eboni (Diospyros polisanthera Blanco) berasal dari Irian Jaya dan kolaka (Parinari corymbosa Miq.) berasal dari Kebun Raya Bogor. Kayu dibuat serbuk dengan ukuran 40-60 mesh, diekstrak dengan pelarut aseton. Hasil ekstraksi berturut-turut difraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil eter, dan etil asetat sehingga diperoleh empat jenis larutan ekstraksi. Media untuk menguji aktivitas biologis fraksi-fraksi terhadap jamur Schizophyllum commune Fr. adalah malt extract agar (MEA), sedangkan kertas saring digunakan untuk menguji aktivitas biologis masing-masing fraksi terhadap rayap tanah Coptotermes curvignathus Holmgren. Konsentrasi fraksi yang digunakan adalah 0, 2, 4, 6, 8, dan 10 persen. Penentuan golongan dan komponen kimia utama yang bersifat toksik dari ekstraktif menggunakan uji fitokimia dan kromatografi gas spektra massa dengan berpedoman pada NIST (National Institute of Standard and Technology) database. ...
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)id
dc.titleAktifitas biologis ekstraktif kayu eboni (Dyospyros polisanthera Miq.) terhadap jamur pelapuk Schizophyllum commune fries dan rayap tanah Coptotermes curvignathus Holmgrenid
dc.subject.keywordEkstraktif kayu
dc.subject.keywordEboni dan kolaka
dc.subject.keywordJamur pelapuk
dc.subject.keywordRayap tanah
dc.subject.keywordUji fitokimia


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record