Perencanaan Lanskap Area Rekreasi Pada Lahan Pasca Tambang Batubara Di Pit 1 Mangkalapi PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin, Kalsel
Abstract
Lahan bekas tambang Pit 1 Mangkalapi merupakan area bekas tambang batubara PT Arutmin Indonesia yang berpotensi untuk dijadikan area rekreasi dengan memanfaatkan pemandangan alam bekas tambang di sekitar tapak seperti danau (void), highwall (lereng curam sisa tambang) dan area tanaman reklamasi sebagai obyek rekreasi. Masyarakat sekitar tapak memerlukan area rekreasi, karena saat ini belum ada lokasi rekreasi yang berdekatan dengan masyarakat sekitar tapak, jarak terdekat dengan area rekreasi mencapai 90 km, sehingga perlu adanya area rekreasi alternatif yang lokasinya lebih dekat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana lanskap area rekreasi yang memanfaatkan danau dan high wall sisa tambang sebagai obyek rekreasi utama dan beberapa obyek rekreasi lainnya dilengkapi fasilitas pelayanan pengunjung dengan suasana lanskap alami yang aman, nyaman dan mendukung keberlanjutan reklamasi. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode survei dengan mengikuti proses perencanaan yang dikemukakan oleh Gold (1980). Perencanaan pada penelitian ini menggunakan pendekatan sumberdaya. Tahapan perencanaan meliputi kegiatan persiapan, pengumpulan data, analisis, sintesis, dan perencanan lanskap. Penelitian ini dibatasi hingga tahap perencanaan tapak dan diwujudkan berupa gambar site plan dan beberapa gambar penunjang lain. Tambang Mangkalapi terletak di Desa Mangkalapi, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan yang terletak pada 115°35'28.80" - 116°05'10.00" BT dan 03°10'38.10" - 03°21'21.50" LS. Desa Mangkalapi dan Teluk Kepayang merupakan pemukiman penduduk terdekat dengan lokasi yang berjarak 4 km. Lahan bekas tambang Pit 1 Mangkalapi saat ini masih berupa area reklamasi. Pemandangan sekitar tapak cukup baik yaitu dengan keberadaan feature di sekitar tapak seperti danau, highwall (lereng curam sisa tambang) dan area tanaman reklamasi yang rimbun, sehingga memberi nilai tambah dalam pengembangan kawasan lebih lanjut. Masyarakat sekitar tapak berharap peruntukkan area bekas tambang ini sebagai area rekreasi. Permasalahan pada tapak antara lain jalan menuju tapak licin jika hujan turun, kualitas tanah yang kurang subur, kualitas air yang belum diteliti secara detail. Luas tapak yang dimanfaatkan sebagai area peneletian adalah 17.78 Ha, sebagian berupa perairan (danau) dengan luas 8.37 Ha. Kualitas air terakhir pada bulan Desember 2010 menunjukkan nilai pH keluaran (outlet) berkisar antara 6.0 – 7.0 dengan nilai rata-rata 6.5. Curah hujan pada tahun 2010 memiliki rata-rata curah hujan bulanan > 200 mm. Bentukan permukaan lahan pada tapak cukup bervariasi mulai dari datar (0-8%) hingga terjal (> 45%). Jenis vegetasi yang terdapat di tapak berdasarkan hasil survei adalah jenis tanaman tali purun (Elocharis durcis) yang banyak terdapat di tepian danau dan vegetasi yang mendominasi adalah akasia (Acacia mangium). Konsep dasar perencananaan lanskap area bekas tambang Pit 1 Mangkalapi adalah menjadikan area tersebut menjadi area rekreasi yang memiliki kekhasan dengan memanfaatkan danau dan high wall bekas tambang sebagai obyek rekreasi utama dan beberapa obyek rekreasi lainnya dilengkapi fasilitas pelayanan pengunjung dengan suasana lanskap alami yang aman, nyaman dan mendukung keberlanjutan reklamasi. Konsep tersebut dikembangkan dalam konsep ruang, rekreasi, sirkulasi, vegetasi dan fasilitas. Perencanaan lanskap area rekreasi pada lahan pasca tambang batubara di Pit 1 Mangkalapi PT Arutmin Indonesia ini dibagi dalam tiga zona yaitu zona intensif, semi intensif dan ekstensif. Zona intensif terdiri dari ruang penerimaan seluas 1.552 m2, ruang pelayanan 3.779 m2, ruang rekreasi utama dengan luas 2.824 m2 yang terdiri dari aktivitas berperahu dan berkelotok, menikmati pemandangan (high wall, area reklamasi dan danau), jalan santai dan bermain. Zona semi intensif terdiri dari ruang rekreasi alternatif dengan luas 2,78 Ha yang terdiri dari aktivitas memberi makan ikan, rekreasi minat khusus (rekreasi pendidikan tambang), berkemah dan menikmati pemandangan, serta ruang rekreasi pendukung dengan luas 1.662 m2 Perencanaan lanskap area rekreasi ini juga dilengkapi dengan fasilitas pelayanan pengunjung. Beberapa fasilitas yang dikembangkan di tapak seperti name sign, loket tiket, area parkir, ruang pengelola (merangkap ruang informasi dan rescue), pos jaga, mushola, kantin, kios, toko cindera mata, toilet, gazebo, area piknik, area berkemah, dek utama, terminal perahu, dek singgah (transisi), tempat bermain anak, menara pandang dan shelter. yang terdiri dari aktivitas piknik, bersantai dan berfoto. Zona ekstensif merupakan ruang konservasi dengan luas 14,6 Ha. Perencanaan lanskap area rekreasi ini juga dilengkapi dengan fasilitas pelayanan pengunjung. Beberapa fasilitas yang dikembangkan di tapak seperti name sign, loket tiket, area parkir, ruang pengelola (merangkap ruang informasi dan rescue), pos jaga, mushola, kantin, kios, toko cindera mata, toilet, gazebo, area piknik, area berkemah, dek utama, terminal perahu, dek singgah (transisi), tempat bermain anak, menara pandang dan shelter.
Collections
- UT - Landscape Architecture [1259]
