Show simple item record

dc.contributor.authorWahyulia, Isari
dc.date.accessioned2011-07-07T07:35:35Z
dc.date.available2011-07-07T07:35:35Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/47579
dc.description.abstractBahan baku pembuatan kayu lapis dari hutan alam dan hutan tanaman di Indonesia sudah mulai langka. Oleh sebab itu pemanfaatan kayu berdiameter kecil dari hutan rakyat sangat dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan bahan baku untuk produksi kayu lapis. Namun,kualitas dari kayu bulat berdiameter kecil tersebut memiliki relativitas yang lebih rendah dibandingkan dengan kayu bulat berdiameter besar yang berasal dari hutan alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis kayu lapis yang terbuat dari bahan baku kayu bulat berdiameter kecil. Jenis kayu yang digunakan dalam penelitian ini adalah kayu dari jenis Jabon dan Afrika menggunakan 3 tipe perekat yaitu Urea Formaldehida (UF), Melamin Formaldehida (MF) dan Penol Formaldehida (PF). Kayu lapis yang dibuat terdiri dari 3 lapis dengan ketebalan finir face dan back 1 mm, dan ketebalan finir core 2 mm. Pengempaan panas dilakukan selama 5 menit dengan suhu masing-masing perekat yaitu UF 110 ºC, MF 120 ºC, dan PF 130 ºC. Pengujian kayu lapis mengacu pada Standar JAS 232 : 2003. Sifat fisis kayu lapis yang dibuat dari kayu bulat berdiameter kecil jenis Jabon dan Afrika memenuhi standar JAS 232 : 2003. Nilai kadar air rata-rata berkisar antara 9,54% - 13,00%, nilai kerapatan rata-rata berkisar antara 0,45 g/cm³ - 0,48 g/cm³, dan nilai daya serap air rata-rata berkisar antara 0,04% - 0,06%. Uji visual dari permukaan kayu lapis dari kedua jenis kayu menggunakan perekat UF dan MF digolongkan ke dalam grade 1, dan kayu lapis yang menggunakan perekat PF digolongkan ke dalam grade 2. Sifat mekanis kayu lapis dari jenis Jabon dan Afrika tidak semuanya memenuhi standar JAS 232 : 2003 dengan nilai keteguhan rekat rata-rata berkisar antara 7,5 kg/cm³ - 20,9 kg/cm³. Standar JAS 232 : 2003 mensyaratkan nilai minimum keteguhan rekat sebesar 8,4 kg/cm³. Berdasarkan dari hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kayu bulat berdiameter kecil dapat digunakan untuk produksi kayu lapis penggunaan umum.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectkayu bulat berdiameter kecilen
dc.subjectkayu lapisen
dc.subjectperekat UF, MF dan PFen
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titlePemanfaatan kayu bulat berdiameter kecil dari hutan rakyat sebagai bahan baku kayu lapisen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record