Morfologi dan integrritas DNA spermatozoa domba setelah diawetkan dengan metode pengeringbekuan

Date
2006Author
Saili, Takdir
Boediono, Arief
Setiadi, Mohamad Agus
Agungpriyono, Srihadi
Toelihere, Mozes R.
Metadata
Show full item recordAbstract
Upaya konservasi makhluk hidup dapat dilakukan dengan memelihara hewan hidup atau mengawetkan gamernya, khususnya spermatozoa. Pengawetan spermatozoa secara konvensional umumnya dilakukan dengan cara pembekuan untuk mempertahankan motilitasnya sehingga dapat dipakai dalam program inseminasi buatan atau fertilisasi in vitro. Pada sisi lain, perkembangan metode intracytoplasmic sperm injection (ICSI) telah dapat menggunakan spermatozoa yang tidak motil untuk tujuan fertilisasi oosit. Melalui teknik ini, spermatozoa hasil pengeringbekuan telah dibuktikan mampu memfertilisasi oosit dan selanjutnya oosit tersebut dapat berkembang ke tahap tertentu secara in vitro. Spermatozoa hasil pengeringbekuan dapat disimpan pada lemari es sehingga tidak membutuhkan suplai nitrogen cair yang terus-menerus selama penyimpanan. Oleh karena itu, metode pengeringbekuan dapat diterapkan untuk pengawetan spermatozoa baik pada hewan laboratorium maupun ternak. Sejauh ini belum ada laporan tentang penggunaan spermatozoa domba hasil pengeringbekuan untuk tujuan fertilisasi oosit menggunakan metode ICSI, sehingga penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi morfologi dan integritas DNA spermatozoa domba hasil pengeringbekuan serta mengevaluasi kemampuan spermatozoa domba hasil pengeringbekuan untuk melakukan dekondensasi dan mendukung pembentukan pronukleus setelah diinjeksikan ke dalam oosit domba.
Collections
- DF - Veterinary Science [311]

