Model simulasi pengaturan hasil lestari yang berbasis kebutuhan masyarakat desa hutan

Date
2006Author
Kuncahyo, Budi
Darusman, Dudung
Haeruman, Herman
Eriyatno
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengelolaan hutan di Pulau Jawa terutama pada hutan tanaman pada awalnya berjalan baik. Pengelolaan hutan jati di mulai pada awal abad 19, ketika Daendels diangkat menjadi Gubernur Jenderal, memperbaiki sistem pengelolaan hutan jati di Jawa dengan membuat peraturan-peraturan yang merupakan cikal bakal pembentukan organisasi kehutanan modern di Indonesia, yaitu Dinas Kehutanan (Dienst der Boschwezen) untuk Jawa dan Madura (Schitemaker, 1950 diacu dalam Simon, 1993). Selanjutnya pada tahun 1942-1945, Jepang menduduki Indonesia, pengelolaan hutan mengalami kekacauan dan kerusakan hutan terjadi terutama di pantai utara Pulau Jawa. Keadaan kacau ini masih berlanjut dengan perang kemerdekaan dari tahun 1945-1950. Pada waktu yang sama keadaan sosial ekonomi masyarakat justru mengalami perubahan besar, yang berakar dari pertambahan jumlah penduduk yang pesat. Adanya kemandegan sistem pengelolaan disatu pihak dan perubahan sistem sosial di lain pihak, merupakan titik awal terjadinya kerusakan hutan jati di Jawa (Simon 1994c). Namun dalam kurun waktu 1951-1962, pengelolaan hutan berjalan normal kembali dan dalam kurun waktu ini telah dilakukan pengujian terhadap tiga pengaturan hasil yaitu Metode Dienstvoor-schrift (1938), Metode Von Mantel dan Metode Burn (1951). Berdasarkan hasil Metode pengujian ternyata Burn merupakan metode yang terbaik sehingga metode ini digunakan hingga saat ini.
Collections
- DF - Forestry [372]

