Show simple item record

dc.contributor.advisorToharmat, Toto
dc.contributor.advisorManalu, Wasmen
dc.contributor.advisorJachja, Jajat
dc.contributor.authorDzarnisa
dc.date.accessioned2011-06-30T06:46:28Z
dc.date.available2011-06-30T06:46:28Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/46505
dc.description.abstractenggunaan bovine somatotropin (bST) selama laktasi dalam upaya peningkatan produksi susu telah banyak dikaji. Namun, penggunaan bST selama laktasi mendapat penolakan khususnya di masyarakat Eropa terkait kekuatiran dapat diekresikan melalui susu dan berpengaruh pada konsumen. Bovine somatotropin antara lain berfungsi memacu aktivitas sel sekretoris kelenjar ambing. Namun, diperkirakan bahwa bST dapat memacu peremajaan dan perkembangan se! seketoris selama periode kering. Oleh karena itu, kajian penggunaan bST selama periode kering diperlukan. Unsur seng (Zn) telah dinyatakan defisien pada pakan ternak ruminansia di Indonesia. Zn merupakan kofaktor banyak enzim yng terlibat dalam berbagai metabolisme. Suplementasi hingga 75 ppm Zn diketahui dapat meningkatkan respons kekebalan. Suplementasi Zn yang dikombinasikan dengan penggunaan bST diperkirakan akan mengoptimumkan aktivitas berbagai enzim dan pengaruh bST. Sebanyak 18 ekor sapi perah Fries Holland (PFH) dalam masa kering yang dipelihara di Cijeruk Tajur Halang Bogor, telah digunakan dalam kajian injeksi bST dan suplementasi Zn selama masa kering. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan pola faktorial 2x2 dengan ulangan tidak sama masingmasing 4 ulangan dan pada perlakuan kombinasi 6 ulangan. Faktor pertama adalah penggunaan bST dengan 2 level, yang terdiri atas kontrol tanpa penyuntikan, dan penyuntikan dengan dosis 250 mg/ekor/14 hari yang dilakukan selama masa kering sebanyak 4 kali injeksi. Faktor ke dua adalah suplementasi Zn dengan 2 level, yang terdiri atas tanpa penambahan Zn dan penambahan Zn sulfat sebanyak 75 ppm. Pemberian dilakukan selama masa kering sampai 2 bulan setelah partus. Parameter yang diukur meliputi volume ambing, produksi susu, frekuensi pernapasan, suhu tubuh, nilai hematokrit, kadar hemoglobin, kadar glukosa dan konsentrasi trigliserida dalam darah, bakteri susu, sanitasi, dan mastitis. Selain itu juga dianalisis komposisi susu, bobot tubuh, dan kualitas susu yang meliputi protein, lemak, laktosa, karbohidrat, pH, kadar air, dan kadar abu.
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePeningkatan produksi susu periode laktasi berikutnya melalui kombinasi injeksi bovine somatotropin (bst) dan suplementasi seng selama masa kering pada sapi peranakan fries holland (PFH)en
dc.date.updatedLindawati, A.Md 2012-11-14 Edit : Pembimbing, Keyword
dc.subject.keywordWest Java
dc.subject.keywordMilk Yield
dc.subject.keywordEfisiensi Produksi Susu (EPS)


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record