View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Diagnosis jenis Shorea parvifolia Dyer dan Shorea leprosula Miq. berdasarkan random amplified polymorphic DNA(RAPD)

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (1.326Mb)
      Date
      2006
      Author
      Hidayanto, Mukhamad Ari
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Shorea parvifolia dan Shorea leprosula termasuk jenis penting dalam hutan hujan tropis Indonesia. Dalam sebaran alaminya, jenis S. leprosula dan S. parvifolia sering ditemukan pada daerah yang sama, yaitu menyebar pada tipe hutan dataran rendah sampai pegunungan bawah dengan ketinggian 0 – 800 mdpl, yang meliputi pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Pada beberapa lokasi kedua jenis diatas memiliki karakter morfologi dari daun yang sulit dibedakan, terutama pada saat fase semai dan pancang. Sehingga hal tersebut dapat menyebabkan kesalahan diagnosis jenis. Diagnosis jenis dengan menggunakan karakter morfologi akan lebih akurat jika ditunjang dengan teknologi penanda ADN (Asam Deoksiribosa Nukleat) salah satunya menggunakan RAPD. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Silvikultur, Departemen Manajemen Hutan, dengan tujuan untuk mempelajari karakter morfologi daun S. parvifolia dan S. leprosula dari beberapa lokasi yang dapat dijadikan sebagai alat diagnosis jenis dan mengkonfirmasikan hasil diagnosis jenis berdasarkan karakter morfologi daun dengan bantuan RAPD. Dari 21 variabel yang digunakan dalam diagnosis jenis berdasarkan morfologi daun, didapatkan 2 variabel pengukuran yang dapat digunakan sebagai alat diagnosis yaitu variabel lebar daun (leaf wide, LW) dan jarak dari daun terlebar terhadap petiole (widest leaf to petiole, WP). Kedua variabel dapat digunakan sebagai alat diagnosis jenis karena korelasi kedua variabel tersebut 0,728 dan memiliki peta sebaran jenis yang dapat membedakan dengan jelas 2 klaster dari jenis S. parvifolia dan S. leprosula. Peta sebaran jenis berdasarkan korelasi LW-WP tersebut membagi 202 individu menjadi 3 klaster yaitu klaster S. parvifolia, klaster S. leprosula dan klaster Shorea spp. (campuran antara jenis S. parvifolia dan S. leprosula), dengan perincian 25 individu merupakan jenis S. parvifolia, 24 individu masuk jenis S. leprosula dan 153 individu masuk dalam jenis Shorea spp. Munculnya Shorea spp. mengindikasikan ketidakakuratan diagnosis jenis berdasarkan karakter morfologi daun antara jenis S. parvifolia dan S. leprosula.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/46222
      Collections
      • UT - Forest Management [3207]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository