Show simple item record

dc.contributor.advisorAnwar, Affendi
dc.contributor.advisorMudikjo, Kooswardhono
dc.contributor.advisorSantoso, Harry
dc.contributor.authorAbdullah, Medya Yanuar
dc.date.accessioned2010-04-16T03:12:33Z
dc.date.available2010-04-16T03:12:33Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/4598
dc.description.abstractSumberdaya hutan merupakan potensi yang sangat menjanjikan sebagai pembentuk modal (capital formation) dalam kegiatan pelaksanaan pembangunan Indonesia. Kebijaksanaan yang ditempuh selama ini adalah dengan memberikan hak pengusahaan hutan (HPH) kepada pengusaha-pengusaha yang bermodal besar. Tingginya keuntungan dari aktivitas eksploitasi hutan yang diperoleh pengusaha merupakan insentif bagi pengusaha-pengusaha lainnya, termasuk mereka yang tidak mengerti tentang pengelolaan sumberdaya hutan yang baik. Akibatnya aktivitas eksploitasi mengarah pada penebangan yang berlebihan (over exploitation) dan terjadi proses pemiskinan masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan, karena akses mereka dalam memanfaatkan sumberdaya kawasan hutan semakin kecil. Kalimantan Barat yang memiliki potensi sumberdaya hutan yang sangat besar pada kenyataannya juga mengalami hal sebagaimana di atas. Memang jika dilihat sumbangan sektor kehutanan terhadap PDRB Kalbar sangat besar dimana pada tahun 1997 konstribusinya adalah sebesar 7,71%, dan sektor ini merupakan sektor basis yang penting bagi perekonomian Kalbar. Akan tetapi dari sisi keberlanjutan sumberdaya hutan, kondisi yang terjadi sangat memperihatinkan, dimana dari hasil proyeksi tentang degradasi hutan di Kalbar diketahui bahwa pada tahun 1996 terjadi degrdasi sekitar 1,26%.
dc.publisherIPB (Bogor Agriculture University)
dc.titlePartisipasi masyarakat dalam pengembangan kelembagaan pengelolaan kawasan hutan di Kabupaten Daerah Tingkat II Sanggauid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record