| dc.description.abstract | Ayam kampung merupakan salah satu sumber protein hewani yang mempunyai peranan dalam kehidupan manusia yaitu untuk kecerdasan dan daya tahan tubuh (Shirakj et al .1980; dalam Hardjosworo dan Levine 1987). Namun pemeliharaan yang masih bersifat tradisional mempunyai resiko terinfeksi berbagai macam penyakit yang dapat mengganggu produktivitas ayam, salah satunya disebabkan oleh ektoparasit.Berbagai upaya untuk menanggulangi infestasi ektoparasit ini umumnya dilakukan dengan dua cara yaitu tindakan sanitasi dan penyemprotan insektisida. Tindakan sanitasi dilakukan dengan membebashamakan kandang sekurang-kurangnya dua kali dalam satu tahun sedangkan penyemprotan insektisida dilakukan malam hari (Akoso 1998). Penggunaan insektisida sintesis yang intensif dapat menimbulkan dampak negatif diantaranya menyebabkan resistensi serangga terhadap insektisida, pencemaran lingkungan dan dapat menekan musuh alami hama (Metcalf 1982). Oleh karena itu penggunaan insektisida sintesis perlu digantikan kedudukannya dengan insektisida nabati. Salah satu insektisida nabati yang tergolong famili Rutaceae adalah Tanaman Kisampang (Melicope denhamii) yang mengandung saponin, tanin, flavonoid, minyak astiri, dan alkaloid. | en |