| dc.description.abstract | Tikus merupakan hewan mamalia yang sering berasosiasi dengan manusia yang pada umumnya bersifat parasitisme, tikus mendapatkan keuntungan sedangkan manusia sebaliknya. Di bidang pertanian tikus merupakan salah satu hama penting yang menimbulkan kerugian besar, baik di lapang, maupun tempat penyimpanan. Di Indonesia kurang lebih terdapat 150 jenis tikus dan sembilan jenis diantaranya termasuk Genus Bandicota, Rattus dan Mus berperan sebagai hama pertanian dan vektor patogen pada manusia dan binatang ternak. Diantara jenis tikus yang diketahui menyerang tanaman padi di Indonesia tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan penyebab kerusakan yang terbesar. Tikus sawah dapat menyerang semua stadia pertumbuhan tanaman padi, mulai dari persemaian sampai stadia generatif, yang mengakibatkan tingkat kerusakan yang bervariasi untuk tiap stadia tanaman. Dalam usaha pencegahan dan pengendalian tikus sawah, telah dikembangkan beberapa usaha pengendalian seperti dengan kultur teknis, sanitasi, fisik-mekanis, biologis dan kimiawi (rodentisida dan fumigasi). Agar pengendalian berhasil baik, perlu dilakukan penyesuaian antara stadia pertumbuhan tanaman yang dikaitkan dengan ekobiologi dan perilaku tikus, selain itu dilaksanakan secara terpadu, serentak, dan berkesinambungan. Sebagai suatu cara pengendalian yang efektif dan banyak dipakai oleh masyarakat, perlu dilakukan pengujian terhadap keefektifan beberapa fumigan, sehingga pemanfaatannya dapat ditingkatkan. | en |