| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keefektifan D. brevipes menularkan PMWaV pada tanaman nanas serta mempelajari pengaruh kolonisasi kutu putih terhadap kemunculan gejala layu. Pengamatan lapang di desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang terdapat tanaman nanas kultivar Smooth Cayenne varietas Tambakan yang menunjukkan gejala serangan PMWaV. Gejala yang terlihat daun melengkung ke bawah, berwarna merah muda atau merah tua, layu mulai dari ujung daun, buah menjadi kecil dan tanaman menjadi kerdil. Pada tanaman bergejala hampir selalu terlihat kutu putih yang merupakan vektor penyakit layu. Kutu putih yang diambil dari lapangan dan telah diidentifikasi adalah Dysmicoccus brevipes (Cockerell) (Hemiptera: Pseudococcidae). Kutu putih diperbanyak pada buah kaboca (Cucurbita maxima Dutch). Penularan dilakukan dengan periode makan akuisisi selama 4 hari dan periode makan inokulasi selama 9 hari. Jumlah kutu putih yang digunakan untuk penularan adalah 0, 1, 5 dan 10 ekor per tanaman percobaan. Penularan dilakukan pada dua kelompok tanaman percobaan, kelompok pertama diinfestasi 10 ekor kutu putih bebas virus dengan interval 1 bulan sebanyak 3 kali, sedangkan kelompok ke dua tidak diinfestasi kutu putih. Kelompok tanaman yang diinfestasi memiliki masa inkubasi 82-121 dan kelompok ke dua masa inkubasi 107-121 hari setelah inokulasi. Gejala yang muncul pada tanaman uji serupa dengan tanaman yang terinfeksi PMWaV di lapangan. Virus lebih berperan untuk menginduksi gejala layu, karena tanaman yang tidak diinfestasi juga menghasilkan gejala. Kolonisasi kutu putih tidak diperlukan untuk menginduksi gejala, namun mempercepat masa inkubasi. Deteksi serologi dengan tissue blotting immunoassay (TBIA) menunjukkan seluruh tanaman bergejala mengandung PMWaV-1 & PMWaV-2. Infeksi laten terjadi pada kelompok ke dua karena tidak terdapat PMWaV-2 di dalam jaringan tanaman dan konsentrasinya tidak cukup untuk menginduksi gejala. | en |