Model analisis spasial perencanaan dan koordinasi penganggaran untuk meningkatkan kinerja pembangunan daerah:
Abstract
Keberhasilan otonomi daerah dan desentralisasi diindikasikan dengan terjadinya peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat (social welfare), kehidupan demokrasi yang semakin maju, keadilan dan pemerataan, serta hubungan serasi antara pusat dan daerah serta antar daerah. Keadaan tersebut dapat tercapai, diantaranya apabila manajemen keuangan (alokasi anggaran) dilaksanakan dengan baik. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengidentifikasi tipologi wilayah Provinsi Banten berdasarkan pola penganggaran, (2) Mengidentifikasi tipologi wilayah Provinsi Banten berdasarkan kinerja pembangunan daerah, dan (3) Membangun model spasial perencanaan dan koordinasi penganggaran untuk meningkatkan kinerja pembangunan daerah kabupaten/kota di wilayah Provinsi Banten. Data sekunder yang digunakan terdiri atas: (1) Data Keuangan Daerah Kabupaten/Kota Provinsi Banten Tahun 2003-2007 (Perda Kabupaten/Kota, Bappeda Kabupaten/Kota); (2) Data PDRB Kabupaten/Kota Provinsi Banten Tahun 2003-2007 (Bappeda dan BPS Banten); (3) Data Asal dan Tujuan Barang Provinsi Banten Tahun 2006 (Departemen Perhubungan); dan (4) Peta Administrasi Provinsi Banten (Bappeda Banten).
Collections
- MT - Agriculture [4040]


