View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Conservation of Forest and Ecotourism
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Conservation of Forest and Ecotourism
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi Pemanfaatan Sumberdaya Hutan Oleh Masyarakat Desa Penyangga Taman Nasional Baluran

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (1.880Mb)
      Abstract (303.7Kb)
      PostScript (17.49Mb)
      Cover (307.8Kb)
      Bab I (281.0Kb)
      Bab II (292.7Kb)
      Bab III (301.2Kb)
      Bab IV (295.6Kb)
      Bab V (802.8Kb)
      Bab VI (278.1Kb)
      Daftar Pustaka (278.1Kb)
      Lampiran (1.255Mb)
      Date
      2005
      Author
      Marliani, Rini Novi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Menurut Soekmadi (2005), kawasan konservasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Paradigma pemanfaatan sumberdaya alam hayati seharusnya tidak hanya dibatasi pada pemanfaatan jasa hutan dan lingkungan semata, melainkan juga harus dimungkinkan pemanfaatan bentuk lain yang secara riel mampu berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa mengganggu fungsi kawasan secara keseluruhan. Dukungan terhadap keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi sangat bergantung pada keberhasilan pengelolaan dalam mengenerate manfaat bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik masyarakat pemanfaat desa penyangga Taman Nasional Baluran (TN Baluran) yang memanfaatkan sumberdaya hutan, mengidentifikasi bentuk-bentuk pemanfaatan sumberdaya hutan yang dilakukan oleh pemanfaat di dalam kawasan TN Baluran, mengkalkulasi manfaat nyata yang diperoleh pemanfaat dari pemanfaatan sumberdaya hutan yang berada di TN Baluran serta menghitung tingkat ketergantungan pemanfaat terhadap sumberdaya hutan di dalam kawasan TN Baluran dan menganalisis harapan para pihak terhadap keberadaan TN Baluran dalam rangka meningkatkan sistem pengelolaan TN Baluran. Berdasarkan kelompok umur, persentase pemanfaat sumberdaya hutan terbesar didominasi oleh pemanfaat yang berusia 28-55 tahun yaitu sebesar 84,00%. Pemanfaat sumberdaya hutan sebanyak 90,66% memiliki jumlah anggota keluarga 3-6 orang. Sebagian besar pemanfaat sumberdaya hutan berlatar belakang Sekolah Dasar (baik tamat maupun tidak tamat) sebesar 70,00%. Tingkat pendidikan secara tidak langsung mempengaruhi mata pencaharian dan pendapatan yang diperoleh. Sebagian besar pemanfaat sumberdaya hutan bermata pencaharian sebagai buruh tani (59,33%). Sebanyak 46% pemanfaat sumberdaya hutan memiliki pendapatan di luar sumberdaya hutan sebesar Rp. 30.000,00 sampai Rp. 90.000,00/bulan. Rendahnya pendapatan diluar sumberdaya hutan, menyebabkan mereka lebih memilih kegiatan pemanfaatan sumberdaya hutan sebagai pekerjaan sambilan atau bahkan pekerjaan utama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa jenis sumberdaya hutan dan persentase pemanfaat di sekitar TN Baluran antara lain kayu bakar (20,74%), rumput (18,09%), rambanan (15,16%), biji akasia (9,84%), daun gebang (8,24%), ikan (7,18%), asam (6,38%), kroto (4,52%), madu (2,93%), biji gebang/kelanting (2,66%), kemiri (2,39%), dan gadung (1,36%). Nilai pemanfaatan sumberdaya hutan oleh masyarakat sekitar TN Baluran relatif cukup besar. Untuk nilai pemanfaatan per tahun dari 150 pemanfaat sumberdaya hutan dalam penelitian ini sebesar Rp. 613.026.278,90. Kayu bakar adalah sumberdaya hutan yang paling banyak dimanfaatkan dengan nilai pemanfaatan Rp. 147.691.760,10/tahun. Sedangkan tingkat ketergantungan masyarakat pemanfaat desa penyangga terhadap sumberdaya hutan TN Baluran secara umum sebesar 68,98% dan kontribusi nominal absolut paling tinggi yaitu pemanfaat berpendapatan tinggi (Rp. 7.739.800,00/thn). Pemanfaatan sumberdaya hutan yang dilakukan oleh masyarakat desa penyangga TN Baluran merupakan bukti ketergantungan mereka terhadap kawasan TN Baluran dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini dianggap illegal oleh petugas atau pengelola TN Baluran. Ketergantungan masyarakat dan pandangan yang illegal dari pengelola atau petugas TN Baluran menimbulkan ketegangan diantara keduanya. Oleh karena itu, untuk menciptakan suatu pola hubungan yang lebih baik antara pengelola TN Baluran dengan masyarakat, dimungkinkan adanya pemanfaatan sumberdaya hutan yang dilakukan dengan cara dan mekanisme yang aman serta tanpa merusak fungsi kawasan secara keseluruhan sehingga kelestarian kawasan lebih terjamin dan kesejahteraan masyarakat pun dapat ditingkatkan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/42630
      Collections
      • UT - Conservation of Forest and Ecotourism [2502]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository