| dc.description.abstract | Enzim antioksidan superoxide dismutase (SOD) dan glutathione peroxidase (GPX) terlibat dalam sistem pertahanan tanaman. Ekspresi kedua gen ini diinduksi oleh banyak faktor, diantaranya adalah cekaman kekeringan dan herbisida paraquat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menguji ekspresi kedua gen tersebut pada tanaman kedelai (Glycine max L.) varietas Tidar, Burangrang dan Panderman serta kedelai liar (G. tomentella) yang mendapat cekaman kekeringan dan perlakuan herbisida paraquat. Tanaman ditumbuhkan dalam polibag yang berisi tanah dan pasir dengan perbandingan volume 1:1 dan ditempatkan pada rumah kaca. Cekaman kekeringan diberikan tanpa penyiraman selama 10 hari untuk tiga varietas kedelai budidaya dan 18 hari untuk kedelai liar, setelah batas cekaman dilanjutkan penyiraman kembali untuk penyembuhan tanaman (recovery). Sedangkan aplikasi perlakuan paraquat dengan dosis 90 g bahan aktif/ha. Peubah yang diamati adalah kandungan air media (KAM) dan kandungan air relatif (KAR) daun. RNA total diisolasi dari daun yang sudah berkembang sempurna dengan menggunakan Trizol (Invitrogen) dan sintesis cDNA dilakuakan dengan menggunakan enzim reverse transkripase superscript III. Analisis ekspresi dari kedua gen dilakukan dengan metode PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen SOD dan GPX pada keempat kedelai diekspresikan ketika tanaman mendapat cekaman kekeringan. Cekaman kekeringan menyebabkan meningkatnya ekspresi SOD pada 8 hari setelah perlakuan cekaman dari varietas Tidar sebesar 123.4% dibandingkan dengan tanaman kontrol. Sedangkan varietas Burangrang dan Panderman masing-masing 99.0% dan 84.2% dan untuk kedelai liar 69.8%. Cekaman kekeringan juga menyebabkan meningkatnya ekspresi gen GPX. Ekspresi paling tinggi ditunjukkan oleh kedelai liar pada saat recovery yaitu sebesar 132.3% dibandingkan dengan tanaman kontrol. | id |