An Analysis of IifeSupporting Capacity of Habitat and Dynamic Model of Bawean Deer (Axis kuhlii) on the Game Sanctuary of Bawean Island

Date
2004Author
Iqbal, Achmad
Alikodra, Hadi S.
Saeni, M. Sri
Semiadi, Gono
Hardjomidjojo, Hartrisari H.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian dengan judul Analisis Daya Dukung Habitat dan Model Dinamika Populasi Rusa Bawean (Axis kuhlii) di Suaka Margasatwa Pulau Bawean dilakukan pada bulan April 2002 sampai dengan Juni 2004. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kondisi daya dukung habitat rusa bawean, interaksi masyarakat dengan kawasan Suaka Margasatwa, dan menyusun model dinamika populasi rusa bawean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas komponen daya dukung habitat berupa kualitas air sungai di kawasan Suaka Margasatwa Pulau Bawean, baik pada musim kemarau maupun pada musim penghujan, memenuhi syarat sebagai air minum rusa karena sesuai dengan baku mutu air kelas 3. Namun demikian kandungan unsur-unsur hara tanah di padang rumput Tanah Gresik, padang rumput Langpelem, dan padang rumput Sumberlanas berada pada keadaan sangat rendah sampai dengan sedang. Komunitas tumbuhan yang terdapat di Desa Komalasa berbeda dengan komunitas tumbuhan yang terdapat di Desa Pudakit Barat dan Desa Patar Selamat, dan antara komunitas tumbuhan di Desa Pudakit Barat dengan komunitas tumbuhan di Desa Patar Selamat relatif sama. Produksi rumput di padang rumput Tanah Gresik Suaka Margasatwa Pulau Bawean pada musim kemarau 32,5 kg/ha per hari, sedangkan pada musim penghujan mencapai 84 kg/ha per hari. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disusun struktur model dinamika populasi rusa bawean dalam tiga sub model, yaitu sub model populasi rusa, sub model hijauan pakan rusa, dan sub model masyarakat. Hasil simulasi menunjukkan bahwa populasi puncak rusa bawean dalam kondisi seperti sekarang (pemburuan 0,5 ekor/bulan dan pengambilan rumput sebanyak 27,5 kg/orang per hari pada luas habitat efektif 1200 ha) akan terjadi pada tahun 2015, yaitu mencapai 1.142 ekor. Namun bila pemburuan mencapai 4 ekor/bulan, maka populasi rusa akan terus menurun dan pada tahun 2016, tinggal 165 ekor. Pendekatan sistem dapat memberikan gambaran dinamika populasi rusa bawean jangka panjang, dan berguna dalam pembinaan Suaka Margasatwa Pulau Bawean. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap komponen habitat rusa, disarankan adanya pembinaan dan pengelolaan yang intensif, baik terhadap habitatnya maupun terhadap masyarakat di sekitar kawasan Suaka Margasatwa. Agar hasil penelitian dinamika populasi rusa bawean dapat diaplikasikan perlu dilakukan penelitian terhadap dinamika populasi rusa tersebut yang analisisnya menggunakan model dengan memasukkan peubah komponen-komponen habitat yang mempengaruhinya.

