Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan dan Ketimpangan Pendapatan di Daerah Penghasil Migas
| dc.contributor.author | Hariyanto | |
| dc.date.accessioned | 2010-10-21T07:55:39Z | |
| dc.date.available | 2010-10-21T07:55:39Z | |
| dc.date.issued | 2010 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/41047 | |
| dc.description.abstract | Pemberlakuan otonomi daerah yang diiringi dengan kebijakan desentralisasi fiskal memberikan dampak yang besar terutama bagi daerah penghasil migas sebagai akibat meningkatnya penerimaan daerah melalui dana bagi hasil migas. Peningkatan penerimaan daerah ini seharusnya menjadikan daerah tersebut sebagai daerah yang relatif lebih maju dibanding daerah lain yang miskin sumber daya alam. Namun kenyataannya masih banyak daerah penghasil migas yang memiliki jumlah penduduk miskin yang besar dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah. | id |
| dc.publisher | IPB (Bogor Agricultural University) | |
| dc.title | Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan dan Ketimpangan Pendapatan di Daerah Penghasil Migas | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
MT - Economic and Management [3203]







