Model Pendugaan Persediaan Karbon Tegakan Agroforestri untuk Pengelolaan Hutan Milik Melalui Skema Perdagangan Karbon

Date
2006Author
Rusolono, Teddy
Suhendang, Endang
Wasrin, Upik Rosalina
Boer, Rizaldi
Darusman, Dudung
Metadata
Show full item recordAbstract
Sejalan dengan makin meningkatnya peran jasa lingkungan hutan, maka sangat diperlukan adanya sistem dan metode penilaian yang sesuai agar pengelolaan hutan dapat memperoleh manfaat ekonomi langsung berkat adanya jasa lingkungan tersebut. Melalui Protokol Kyoto, jasa lingkungan dalam penyerapan karbon oleh hutan dihargai sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan. Praktek agroforestri memiliki banyak keunggulan untuk masuk dalam pasar karbon, karena selain mendorong upaya menambah luasan hutan dan pengurangan emisi, juga memberikan insentif untuk menambah sumber pendapatan untuk peningkatan taraf hidup masyarakat di pedesaan. Adanya metode pendugaan persediaan karbon yang terandalkan dan absah untuk tegakan agroforestri menjadi syarat keharusan bagi masuknya pengelolaan agroforestri dalam perdagangan karbon melalui skema Protokol Kyoto. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai faktor-ktor berikut model matematik yang dapat menjelaskan ragam potensi persediaan rbon melalui praktek agroforestri. Model yang dihasilkan dipergunakan untuk erumuskan metode pendugaan persediaan karbon pada tegakan agroforestri. esarnya kandungan karbon ini selanjutnya dapat dipergunakan untuk menilai mungkinan pengelolaan hutan milik melalui skema perdagangan karbon. Penelitian lapangan dilakukan pada tegakan agroforestri di lahan milik pada dua desa contoh, masing-masing di Desa Pecekelan (Kabupaten Wonosobo) dan di Desa Kertayasa (Kabupaten Ciamis). Pengukuran, pengamatan dan wawancara di lapangan dilakukan selama dua bulan, yaitu bulan Agustus dan September 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk struktur tegakan horizontal untuk tegakan agroforestri menyerupai huruf J-terbalik, walaupun berbeda dalam jenis pohon penyusunnya. Bentuk struktur tegakan seperti ini lazim ditemukan pada tegakan hutan tidak seumur atau hutan alam. Pendugaan persediaan karbon dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu memperhatikan bentuk struktur gakan horizontalnya, menggunakan peubah kerapatan dan luas bidang dasar gakan, atau menggunakan fungsi pertumbuhan dengan peubah umur tegakan. omponen pohon merupakan bagian terpenting sumber persediaan karbon yang encapai hampir 80% dari seluruh persediaan karbon agroforestri. Terdapat cenderungan variasi yang tinggi untuk mengukur dan memonitor potensi rsediaan karbon agroforestri, yang dapat menimbulkan masalah ketika enetapkan besarnya manfaat karbon yang dihasilkan untuk pihak pembeli. amun petani dapat mengukur dan memonitor lahannya sendiri untuk melengkapi Indekatan sampling yang cenderung memiliki ketelitian yang rendah.. Manfaat njualan karbon bersifat tambahan dalam praktek agroforestri, besarnya manfaat al yang diperoleh tergantung pada tambahan biaya transaksi yang diperlukan tuk proses mendapat pengakuan besarnya serapan karbon yang akan dihasilkan.
Collections
- DF - Forestry [372]

