Studi Anatomi, Fisiologi dan Bioaktifitas Sekresi Pertahanan diri Rayap Tanah (Coptotermes curvignatus Holmgren (Isoptera: Rhinotermitidae)
| dc.contributor.advisor | Nandika, Dodi | |
| dc.contributor.advisor | Tarumingkeng, Rudy C. | |
| dc.contributor.advisor | Budiarti, Sri | |
| dc.contributor.advisor | Apriyantono, Anton | |
| dc.contributor.advisor | Achmad | |
| dc.contributor.author | Diba, Farah | |
| dc.date.accessioned | 2010-10-14T02:23:21Z | |
| dc.date.available | 2010-10-14T02:23:21Z | |
| dc.date.issued | 2006 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/40656 | |
| dc.description.abstract | Rayap tanah Coptotermes curvignathus Holmgren merupakan spesies yang paling penting sebagai hama bangunan. Serangannya pada bangunan terjadi hampir di seluruh kota besar di Indonesia, dengan nilai kerugian ekonomis yang sangat besar. Prajurit rayap ini memiliki pertahanan diri yang khas, yaitu mengeluarkan sekresi kimia yang mengandung racun dalam mengusir atau membunuh musuh. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mempelajari struktur morfologi kelenjar penghasil sekresi pertahanan rayap C. curvignathus; (2) mengkarakterisasi sekresi pertahanan rayap; (3) mempelajari daya racun ekstrak sekresi pertahanan rayap terhadap semut; (4) mempelajari daya racun ekstrak sekresi pertahanan rayap terhadap bakteri patogen; (5) mempelajari daya racun ekstrak sekresi pertahanan rayap terhadap cendawan penyakit lodoh; dan (6) mengidentifikasi komponen ekstrak sekresi pertahanan rayap C. curvignathus yang memiliki daya racun terhadap semut, bakteri patogen dan cendawan penyakit lodoh. | id |
| dc.description.abstract | Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekresi pertahanan diri kasta prajurit rayap C. curvignathus diproduksi dalam kelenjar frontal (frontal gland) yang memenuhi hampir seluruh abdomen rayap dengan ukuran panjang 2,5 ± 0,10 mm dan diameter 0,8 ± 0,16 mm, dan berujung pada lubang fontanel yang terletak di kepala rayap yang berukuran diameter 0,2 ± 0,18 mm. Ekstraksi sekresi pertahanan rayap dilakukan dengan pelarut n-heksan, etil asetat, etanol, dan aquabidestilata, dengan jumlah rayap 4000 ekor untuk masing-masing pelarut. Nilai rendemen ekstrak 27,9081% 38,0982%; nilai pH 4-5,5; nilai viscositas 0,00002-0,0005 poise; suhu 27 27,5°C; dan warna ekstrak putih susu dan abu-abu. Pada pengujian daya racun ekstrak sekresi rayap terhadap semut Odontoponera denticulata, waktu untuk mencapai mortalitas semut sebesar 100 persen tercepat pada ekstrak etanol yang dicapai dalam waktu 54 jam, kemudian diikuti dengan ekstrak etil asetat, n-heksan dan aquabidestilata berturut-turut 74 jam, 79 jam dan 82 jam. | |
| dc.publisher | IPB (Bogor Agricultural University) | |
| dc.title | Studi Anatomi, Fisiologi dan Bioaktifitas Sekresi Pertahanan diri Rayap Tanah (Coptotermes curvignatus Holmgren (Isoptera: Rhinotermitidae) | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
DF - Forestry [372]









