Show simple item record

Green turtle (Chelonia mydas) habitat’s protection design (case Derawan Archipelago)

dc.contributor.advisorMonintja, Daniel R.
dc.contributor.advisorAlikodra, Hadi S.
dc.contributor.advisorAktani, Unggul
dc.contributor.advisorBudiharsono, Sugeng
dc.contributor.authorWibowo, Erna Tri
dc.date.accessioned2010-10-11T01:34:42Z
dc.date.available2010-10-11T01:34:42Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://iirc.ipb.ac.id/handle/123456789/40534
dc.description.abstractWilayah perairan laut dan pesisir Indonesia merupakan daerah pengembaraan dan jalur migrasi penting bagi populasi penyu hijau. Status endangered species dan dilindungi Pemerintah tidak menghalangi penangkapan induk dan pemanenan telur di wilayah Indonesia. Eksploitasi penyu hijau ini telah menurunkan populasi > 90 % selama lima dekade. Tingginya tingkat eksploitasi yang dilakukan masyarakat Indonesia telah mempercepat laju kepunahan penyu hijau di dunia. Perubahan kebijakan pemerintah harus segera dilakukan untuk menyelamatkan penyu hijau dari kepunahan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis kebijakan perlindungan penyu hijau yang dilaksanakan Pemerintah melalui Unit Pelaksana Teknis lingkup Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Hasil analisis digunakan sebagai pembelajaran tentang efektivitas perlindungan dan kinerja pengelolaan penyu hijau dalam perumusan alternatif perlindungan di masa datang. Hasil penelitian diketahui bahwa kebijakan perlindungan tidak efektif karena eksploitasi penyu hijau terjadi di sebagian besar di wilayah Indonesia. Kegiatan pengawetan hanya dilakukan oleh sebagian kecil Unit Pelaksana Teknis. Kelemahan manajerial karena kekurangan alokasi dana, sarana-prasarana yang minim dan rendahnya kemampuan sumberdaya manusia dalam mengelola penyu hijau. Alternatif perlindungan yang diusulkan menggunakan konsep yang berbeda dengan perlindungan yang selama ini dilaksanakan Pemerintah. Perlindungan diarahkan pada habitat penyu (konservasi in-situ) dengan membentuk Kawasan Konservasi Laut. Pengelolaan penyu hijau di dalam Kawasan Konservasi Laut akan memulihkan populasi dan mengurangi ancaman eksploitasi manusia. Jika beberapa habitat penyu hijau di seluruh wilayah Indonesia dijadikan Kawasan Konservasi Laut maka perlindungan penyu hijau secara meluas dan efektif dalam bentuk jejaring Kawasan Konservasi Laut. Perumusan alternatif kebijakan perlindungan penyu hijau dilakukan pada kasus Kepulauan Derawan. Rumusan yang dihasilkan terdiri dari Rancangan Pengembangan Kawasan Konservasi laut Kepulauan Derawan dan Arahan Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Kepulauan Derawanid
dc.description.abstractIndonesia’s ocean and coast area are im portant ranging zone and migration route for green turtle (Chelonia mydas) population. Endangered species status and protected by the Government do not preven ted capture the tu rtle and eggs harvesting in Indonesia region. The green turtle exploitation has increased more than 90 percent it population for five decades. The altitudes of exploitation level has accelerated the green turtle extinction speed around the world. The government must immediately change the policy to save green turtle for extinction.
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleRancangan perlindungan habitat penyu hijau (Chelonia mydas) (Kasus Kepulauan Derawan)id
dc.titleGreen turtle (Chelonia mydas) habitat’s protection design (case Derawan Archipelago)en
dc.subject.keywordGreen turtle
dc.subject.keywordthe protection policy
dc.subject.keywordMarine protected area
dc.subject.keywordDesign and direction of marine protected area
dc.subject.keywordMarine reserve
dc.subject.keywordMarine reserve
dc.subject.keywordbiosphere reserve


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record