Show simple item record

dc.contributor.authorPoniarti, Tita Sarah
dc.date.accessioned2010-09-29T01:51:18Z
dc.date.available2010-09-29T01:51:18Z
dc.date.issued1985
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/39883
dc.description.abstractKegiatan reproduksi dimulai dengan pubertas baik pada sapi betina maupun sapi jantan. Pada sapi betina sesudah mencapai pubertas mempunyai keteraturan faali yang disebut siklus estrus atau berahi yang terdiri dari proestrus, estrus, metestrus dan diestrus. Pada periode estrus hewan memperlihatkan gejala ingin kawin, dan 10 jam setelah periode estrus akan terjadi proses ovulasi. Sedangkan pada sapi jantan siklus ini tidak ada, sehingga· pejantan selalu bersedia setiap saat melayani kehendak betina untuk melakukan aktifitas reproduksi. Keinginan kawin pada hewan jantan disebut libido. Kegiatan reproduksi pada sapi dipengaruhi oleh sistem hormonal yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa dibawah kontrol hipothalamus, disamping organ kelamin primer baik pada jantan maupun betina.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleDampak Lingkungan Terhadap Infertilitas Sapi Di Indonesiaid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record