Show simple item record

dc.contributor.advisorSinaga, Bonar M
dc.contributor.advisorRatnawati, Anny
dc.contributor.advisorHarianto
dc.contributor.authorAgus
dc.date.accessioned2010-04-13T03:19:24Z
dc.date.available2010-04-13T03:19:24Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/3953
dc.description.abstractPerdagangan komoditi rotan Indonesia di pasar dunia sudah berlangsung lama. Pada awalnya Indonesia lebih banyak mengekspor rotan mentah dan setengah jadi, sehingga hanya sedikit memperoleh manfaat dan industri barang jadi rotan dalam negeri menjadi tertinggal. Ketertinggalan ini menimbulkan masalah (1) nilai tambah dalam produksi komoditi rotan rendah, (2) pertumbuhan industri komoditi barang jadi rotan terhambat, dan (3) perkembangan industri barang jadi rotan lebih lambat dibandingkan dengan negara lain yang tidak memiliki sumber bahan baku. Penelitian bertujuan menganalisis: (1) perdagangan komoditi rotan di pasar domestik dan Jepang, (2) dampak kebijakan, dan (3) dampak perubahan faktor ekonomi eksternal terhadap perdagangan komoditi rotan.Berdasarkan teori perdagangan antarnegara, maksimisasi keuntungan perusahaan, dan derived demand serta fenomena empiris perdagangan rotan Indonesia di pasar domestik dan Jepang dirumuskan model persamaan simultan. Pendugaan model menggunakan metode two stages least squares dengan data seri waktu 1977-1997. Hasil pendugaan model menunjukkan bahwa semua parameter dugaan setiap persamaan struktural bertanda sesuai harapan. Nilai elastisitas rata-rata setiap peubah endogen terhadap perubahan peubah penjelasnya sebagian besar kurang dari satu yang berarti tidak elastis. Perubahan faktor ekonomi yang berdampak menurunkan produksi adalah kenaikan tingkat bunga, upah, dan depresiasi yen. Sebaliknya, produksi keenam komoditi rotan naik jika terjadi depresiasi rupiah, kenaikan GDP Indonesia, GDP Jepang dan penurunan tarif impor furnitur rotan Jepang. Penawaran ekspor keenam komoditi rotan ke Jepang naik akibat depresiasi rupiah dan kenaikan GDP Jepang. Namun, hanya depresiasi yen yang berdampak pada penurunan kesejahteraan bersih. Untuk mendorong pertumbuhan industri barang jadi rotan, pemerintah perlu memberikan insentif bagi investor, yaitu tingkat bunga yang rendah. Sementara itu, peningkatan ekspor barang jadi rotan dapat didorong dengan menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat agar tidak overvalued.
dc.titlePerdagangan Komoditi Rotan Indonesia di Pasar Domestik dan Jepang: Analisis Dampak Perubahan Faktor Ekonomiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record