| dc.description.abstract | Kebun hutan merupakan sistem agroforestri tradisional yang memiliki struktur tegakan mirip dengan hutan alam. Kebun hutan di Indonesia memiliki peran penting bagi masyarakat pedesaan. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kemungkinan keterpulihan ekosistem hutan alam yang terganggu kepada keadaan yang mendekati kondisi hutan alam semula melalui proses suksesi alami. Untuk mendapatkan tujuan umum tersebut, diperlukan tiga tujuan khusus penelitian, yaitu: pertama, mendapatkan gambaran mengenai struktur tegakan dan komposisi jenis tumbuhan di hutan alam dan di berbagai tingkat perkembangan kebun hutan; Kedua, mendapatkan gambaran mengenai dugaan biomassa tumbuhan yang ada di atas, di bawah, dan di permukaan tanah di hutan alam dan kebun hutan; Ketiga, mendapatkan gambaran mengenai indikator kualitas tanah (fisik, kimia dan biologi) di kebun hutan dan di hutan alam sekitarnya. Penelitian dilakukan di sekitar kawasan hutan konservasi yaitu di bagian timur Taman Nasional Lore Lindu, Desa Rompo, Sulawesi Tengah, yang berada pada ketinggian antara 1000-1100 m dpl. Petak contoh dibuat di 2 lokasi, pada masing-masing lokasi dibuat 5 petak contoh yang masing-masing diletakkan di hutan alam primer (pondulu), ladang (hinoe), kebun hutan (holu), hutan sekunder muda (lopo’lehe) dan hutan sekunder tua (lopo’tua). Petak contoh berukuran 50 m x 50 m dibagi dalam 25 anak petak untuk analisis vegetasi pada tingkat pohon, tiang, pancang, semai dan tumbuhan bawah. Biomassa pohon (dbh ≥ 5 cm) diduga dengan menggunakan rumus alometrik, sementra biomassa pohon (dbh < 5 cm), semai dan tumbuhan bawah dilakukan secara destruktif. Biomassa serasah (kasar) diduga dengan mengumpulkan serasah di permukaan tanah dan serasah halus pada kedalaman 0-5 cm pada 10 anak petak (50 cm x 50 cm). Biomassa akar kasar dan halus diduga dengan mengumpulkan akar bersamaan dengan pengambilan contoh tanah pada dua kedalaman yaitu 0-10 cm (tanah lapisan atas) dan 20-30 cm (tanah lapisan bawah) untuk dianalisis indikator kualitas tanah (fisik, kimia dan biologi). | |