IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Dialog Krisis antara Golongan Elit dan Warga Desa dalam Pembangunan Masyarakat Desa

      Thumbnail
      View/Open
      Abstract (181.4Kb)
      Full Text (8.017Mb)
      Postscript (3.121Mb)
      Date
      1999
      Author
      Endriatmo, Soetarto
      Sajogyo
      Tjondronegoro, Sediono M. P.
      Saragih, Bungaran
      Susanto-Sunario, Astrid S.
      Herati, Toety
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penataan terhadap institusi-institusi formal desa oleh negara telah membawa fungsi dan tujuan-tujuan institusi yang bersangkutan terkungkung dalam struktur yang bersifat hirarkhis. Implikasinya, baik dalam proses pemilihan pimpinan institusi maupun dalam mengartikulasikan tuntutan dan dukungan, kendali negara terasa kuat mempengaruhi. Seperti kita ketahui penataan ini berhubungan dengan kehendak negara untuk memberikan monopoli perwakilan untuk suatu kepentingan sesuai dengan progam-program yang diintroduksikannya ke desa. Pola penataan yang bersifat korporatis ini menurut banyak pustaka ilmu-ilmu sosial pada gilirannya telah menggiring golongan elit desa, dalam hal ini Kepala Desa (Kades) dan aparat jajarannya, lebih terpusat pikiran dan tindakannya pada kepentingan yang sifatnya bias elitis. Artinya, dalam proses-proses pengambilan keputusan, yaitu pada praktek penyelenggaraan program pembangunan masyarakat desa yang diprakarsai pemerintah pusat (PMD-formal), mereka cenderung memihak dan menguntungkan kepentingan elit desa. Sebaliknya kepentingan warga desa termasuk golongan periferi, seperti diduga menjadi makin terdorong ke posisi yang marjinal. Berdasarkan konteks masalah tersebut, studi ini mencoba mengamati kenyataan empiris apa dan bagaimana sesungguhnya ajang-ajang sosial yang eksis pada dinamika kehidupan komunitas desa kasus mampu memaknai dirinya sebagai ruang sosial semi-otonom. Artinya, suatu wacana publik yang menggelar di dalamnya dialog-dialog (kritis) antara kepala desa dan warga dari beragam golongan, sehingga terbentang jembatan yang menghubungkan kepentingan masing-masing diri mereka dalam kaitan dengan penyelenggaraan PMD-formal. Hadirnya ruang sosial semi-otonom ini, sebagaimana kesimpulan studi ini, pertama-tama muncul sebagai reaksi atas ketidak-mampuan institusi-institusi formal desa bentukan pemerintah mengimplementasikan missinya sesuai dengan pedoman normatif yang diembannya. Dapat dicatat pedoman normatif tersebut ternyata lebih berfungsi sebagai kategori imperatif yang bersifat simbolik belaka, sehingga tak mampu menjalin ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/369
      Collections
      • DT - Human Ecology [639]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository