Show simple item record

dc.contributor.authorArbian, Saiful
dc.contributor.authorRosmaya, Weny
dc.contributor.authorSriani, Nini
dc.contributor.authorSaksono, Mudho
dc.contributor.authorAnwarsyam, Riki
dc.date.accessioned2010-07-15T03:41:14Z
dc.date.available2010-07-15T03:41:14Z
dc.date.issued2008
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/33137
dc.description.abstractHijamah/bekamlcupping/koplchantuk dan banyak istilah lainnya sudah dikenal sejak zaman kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir, Saba, dan Persia. Pada zaman Nabi ~uhammadb, ekambiasa menggunakan kaca berupa cawan atau mangkuk yang tinggi. Pada zaman China kuno mereka menyebut bekam sebagai "perawatan tanduk" karena tanduk menggantikan kaca. Pada kurun abad ke-18, orang-orang di Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk bekam. Pada satu mas% 40 juta lintah diimpor ke negara Perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu dilaparkan tanpa diberi makan. Jadi bila disangkutkan pada tubuh manusia, dia akan terns menghisap darah tadi dengan efektif. Setelah kenyang, ia tidak bempaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri upacara hijamahnya.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePendirian Usaha Jasa Terapi Bekam bagi Civitas Akademika IPBid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record