Show simple item record

dc.contributor.authorDenish, Andri
dc.date.accessioned2010-07-14T07:40:42Z
dc.date.available2010-07-14T07:40:42Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/32880
dc.description.abstractPerkembangan industri obat tradisional dan jamu yang bahan bakunya berasal dari tumbuhan kemaitan (Lunasia amara Blanco.), turut meningkatkan permintaan terhadap simplisia kemaitan yang berasal dari hutan. Masalah yang berkembang selama ini, penelitian tumbuhan obat lebih terfokus pada aspek farmakologi, sedangkan penelitian untuk aspek yang lain sangat kurang, hal ini menyebabkan perhatian terhadap kelestarian tumbuhan obat kemaitan masih rendah. Penelitian kultur jaringan kemaitan menjadi penting sebagai langkah awal untuk melestarikan pemanfaatan tumbuhan obat kemaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi pertumbuhan kemaitan dalam kultur jaringan serta menganalisa pengaruh media MS (Murashige Skoog) dengan penambahan zat pengatur tumbuh BAP (Benzylaminopurin) terhadap pertumbuhan kemaitan. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan September 2006 hingga Januari 2007. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Kultur Jaringan Laboratorium Konservasi Tumbuhan Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePercobaan Perbanyakan Vegetatif Kemaitan (Lunasia amara Blanco.) melalui Kultur Jaringanid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record