Show simple item record

dc.contributor.authorMulatsih, S.
dc.contributor.authorPambudy, R.
dc.contributor.authorJayadi, S.
dc.contributor.authorSiagian, B.
dc.date.accessioned2010-07-06T01:59:44Z
dc.date.available2010-07-06T01:59:44Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/30481
dc.description.abstractPenelitian usaha pembibitan secara intensif dilakukan di eks-UPT Batumarta 11, Sumatra Selatan, pada bulan April 1999 sampai April 2000. Sapi betina peranakan ongole (PO) siap kawin dengan berat rata-rata 250 kg, benunur 1,5 sampai 20 tahun, 10 ekor direproduksi dengan inseminasi buatan (IB) dan 5 ekor dengan perkawinan alami. Cubing internal (CI) induk IB lebih lama dari kawin alami masing-masing 20 bulan dan 16 bulan. Rata-rata semice per conception (SPC) induk IB hanya 60 persen atau setiap induk memerlukan kawin suntik sedikitnya 2 kali agar bisa bunting, sedangkan SPC induk kawin alami 75 persen. Secara keseluruhan tingkat keberhasilan induk memiliki anak tiap tahun (produktivitas) SOYO, atau dari 15 ekor induk yang dipelihara dihasilkan 12 ekor anak aapi. Induk yang sulit bunting umumnya mempunyai berat badan kurang dari 250 kg. Biaya pemeliharaan 15 ekor induk Rp 19.5%.900,- per tahun, paling tinggi biaya konsentrat yaitu 6283%. Penerimaan selama satu tahun dari nilai penjualan anak sapi Rp 21.600.000,- dan nilai pertambahan berat badan induk Rp 14.458.500,- (total Rp 36.058.500,-), sehingga pendapatan petemak Rp 16.461.600,- per tahun, atau rata-rata Rp 1.371.800,- per bulan.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.relation.ispartofseriesVol.24 No.1
dc.titlePembibitan Sapi Lokal di Wilayah Transmigrasiid
dc.title.alternativeMedia Peternakan Vol.24 No.1


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record