Show simple item record

dc.contributor.authorAdnan, Adnin
dc.contributor.authorRamdja, Muhaimin
dc.date.accessioned2010-07-05T01:53:04Z
dc.date.available2010-07-05T01:53:04Z
dc.date.issued1986
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/30094
dc.description.abstractFolikel ovarium mencapai kematangan melalui tingkatan folikel primer, folikel sekunder, folikel tertier dan folikel do greaf FSH bekerjasama dengan LH merangsang pematangan folikel. Sel-sel granulosa folikel yang matang mensekresikan estrogen. Menjelang ovulasi sekresi LH mencapai tingkat yang tinggi. Setelah ovulasi sorpus luteum terbentuk mensekresikan progesteron. Gangguan kesimbangan hormonal berkaitan erat dengan kelainan anatomis ovarium. Sistik ovarii kemungkinan besar disebabkan oleh kekurangan sekresi LH pada saat ovulasi. Hipofungsi ovarium berhubungan dengan gangguan sekresi gonadotropin atau gangguan respon ovarium terhadap gondotropin. Hipoplasia ovaria congnitalis disebabkan oleh gangguan fungsi endokrin organ reproduksi sejak lahir. Pada ovaritis diduga fungsi ovarium sebagai kelenjar endokrin organ dan genogenetis.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.relation.ispartofseries11:14-36
dc.titleFisio-Patologi Anatomi Ovarium Sapi dan Aktivitas Hormonalnyaid
dc.title.alternativeMedia Peternakan (1986) 11:14-36


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record