Penyebaran Nitrat pada Tanah di Sekitar Lubang Resapan Biopori (LRB) ( Studi Kasus: Daerah Pemukiman Jakarta dan Bogor )
Abstract
Lubang resapan biopori (LRB) adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm, kedalaman sekitar 100 cm atau tidak melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang kemudian diisi sampah organik untuk mendorong terbentuknya biopori. Penggunaan bahan organik akan meningkatkan konsentrasi nitrat (NO3-) dalam tanah. Senyawa yang mengandung NO3- di dalam tanah biasanya larut dan dengan mudah bermigrasi sehingga dapat mencemari air bawah tanah. Pengkajian penyebaran NO3- pada tanah sekitar LRB dilakukan di pemukiman Ciampea-Bogor dan peumahan Cipinang Elok, Jakarta. Sampel tanah diambil pada pusat LRB dan kedua sisi LRB dengan jarak 20, 50 dan 100 cm dan dibawah LRB dengan kedalaman 20, 50 dan 100 dari dasar LRB. Sampel air diambil dari sumur warga pada jarak 0-10 meter, 10-15 meter dan 15-20 meter dari LRB. Tanah pada daerah tanpa penerapan LRB diambil untuk dianalisis kandungan NO3- pada kedalaman 120 cm, 150 cm, dan 200 cm sebagai kontrol. Pada simulasi pengukuran NO3- total dari air lindi sampah organik digunakan pipa PVC diameter 4 inchi dengan panjang 100 cm yang digantung pada sebatang kayu. Bagian bawah pipa ditutup kassa agar dapat menahan sampah organik dan terlewati air. Kemudian, sampah organik dimasukkan kedalam pipa sampai penuh. Setiap minggunya, sampah organik disiram secara perlahan dengan 10 liter air. Rembesan air ditampung kemudian di ambil 10 ml untuk dianalisis kandungan NO3-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat pada air lindi sampah organik sebesar 270,21 gram NO3- selama 6 minggu. Nitrat yang dihasilkan berpotensi mencemari air bawah tanah. Namun demikian, pada pengukuran konsentrasi nitrat pada tanah di sekitar LRB baik pada LRB stabil dan LRB baru, konsentrasi NO3- tidak menunjukkan adanya kecenderungan tertentu. Hal ini diperkuat oleh pengukuran nitrat pada air sumur di sekitar LRB yang juga tidak menunjukkan adanya kecenderungan tertentu. Secara umum, konsentrasi nitrat pada air sumur di sekitar masih dibawah baku mutu air minum. Implikasi dari hasil pengkajian ini adalah penggunaan sampah organik pada LRB tidak menyebabkan pencemaran NO3- yang dapat menyebabkan pencemaran air bawah tanah. Kasus ini hanya berlaku pada tanah bertekstur liat.

