Show simple item record

dc.contributor.authorFebrianggoro, Rian Noor
dc.date.accessioned2010-06-04T01:37:16Z
dc.date.available2010-06-04T01:37:16Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/27544
dc.description.abstractBuah manggis merupakan salah satu komoditas buah andalan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta prospek yang sangat baik untuk dikembangkan sebagai salah satu komoditas ekspor Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Agropolitan Cendawasari yang terletak di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan; 1) Mencoba menggunakan citra satelit untuk memetakan komoditas manggis di daerah Cendawasari, 2) Memetakan penutupan/penggunaan lahan di kawasan tersebut, 3) Pemetaan sebaran komoditas manggis di Kawasan Agropolitan Cendawasari. Penelitian ini menggunakan citra Quickbird tahun 2005. Pada daerah penelitian dapat dihasilkan 9 tipe penutupan/penggunaan lahan. 9 jenis penggunaan lahan tersebut dihasilkan dari proses interpretasi dan digitasi pada citra satelit Quickbird. Penggunaan lahan ini adalah kebun campuran 199,772 ha (43,850%), perkebunan manggis 63,072 ha (13,844%), sawah 58,896 ha (12,928%), ladang 46,113 ha (10,122%), semak belukar 32,720 ha (7,182%), permukiman 27,326 ha (5,998%), kebun produksi 15,962 ha (3,504%), hutan sekunder 10,053 ha (2,207%) dan lahan terbuka 1,662 ha (0,365%). Setiap jenis penggunaan lahan di wilayah penelitian terdapat tanaman manggis didalamnya. Jumlah tanaman manggis per penggunaan lahan adalah sebagai berikut; kebun campuran 7.991 pohon, perkebunan manggis 12.299 pohon, sawah 236 pohon, ladang 1.107 pohon, semak belukar 393 pohon, permukiman 437 pohon, kebun produksi 208 pohon, hutan sekunder 121 pohon dan lahan terbuka 3 pohon. Jika dirata-ratakan, untuk setiap penggunaan lahan memiliki jumlah tanaman manggis per hektar adalah sebagai berikut; perkebunan manggis (195 pohon), kebun campuran (40 pohon), ladang (24 pohon), permukiman (16 pohon), kebun produksi (13 pohon), semak belukar (12 pohon), hutan sekunder (12 pohon), sawah (3 pohon), dan lahan terbuka (2 pohon). Dengan demikian sebaran pohon manggis dikawasan Cendawasari paling dominan adalah perkebunan manggis 54,58%, kebun campuran 34,58%, ladang 4,79%, permukiman 1,89%, semak belukar 1,70%, sawah 1,02%, kebun produksi 0,90%, hutan sekunder 0,52%, lahan terbuka 0,01%. Pola sebaran pohon manggis di penggunaan lahan perkebunan manggis cenderung lebih terkonsentrasi, sedangkan di penggunaan lahan selain perkebunan manggis memiliki pola sebaran yang menyebar di seluruh wilayah penelitian.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePrediksi Jumlah dan Persebaran Pohon Manggis di Kawasan Agropolitan Cendawasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Baratid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record