Kajian Konsep Pengukuran BOD sebagai Indikator Pendugaan Pencemaran Bahan Organik di Perairan Daerah Tropis

Date
1994Author
Polii, Bobby
Partoatmodio, Soeratno
Soeratmo, Gunarwan
Nur, M. Anwar
Nur, M. Anwar
Widiyati L, Bibiana
Widiyati L, Bibiana
Saeni, M. Sri
Martono, Totong
Metadata
Show full item recordAbstract
Air adalah komponen ekologis yang mutlak diperlukan bagi kehidupan makhluk hidup. Penurunan kualitas air dapat disebabkan oleh adanya pencemaran bahan organik. Tingkat pencemaran bahan organik dapat diduga melalui pengukuran BOD (Biochemical Oxygen Demand). Sampai saat ini standar pengukuran BOD masih didasarkan pada standar pengukuran yang berlaku di perairan daerah sub-tropis. Untuk daerah tropis, penggunaan suhu inkubasi 20°C selama 5 hari adalah kurang sesuai, mengingat kecepatan reaksi biokimia di pengaruhi oleh suhu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan: (1) Waktu dan suhu inkubasi dalam analisis BOD di perairan daerah tropis, (2) Nilai K (konstanta laju oksidasi) dan L (BOD akhir) dari beberapa jenis limbah, (3) Hubungan variabel indikator pencemaran bahan organik BOD dengan COD di perairan daerah tropis. Percobaan telah dilaksanakan dengan menggunakan contoh (a) air sungai Ciliwung, (b) limbah rumah potong hewan dan (c) limbah tekstil. Dari ketiga contoh tersebut dianalisis oksigen terlarut (DO), BOD, COD, NO, dan NH, selama 20 hari inkubasi; total bakteri, karbohidrat, protein dan lemak selama inkubasi hari ke 5, 10, 15 dan 20. Parameter lainnya seperti klorida (Cl), suhu, pH air, padatan tersuspensi, dan padatan terlarut dianalisis sebelum diinkubasi, dengan jumlah ulangan 4 dan 8.

