Seleksi bobot sapih pada sapi daging di ladang ternak

Date
1993Author
Sumadi
Martojo, Harimurti
Gurnadi, R. Eddie
Djojomartono, Moeljarno
A. A. Mattjik
Soewardi, Bedjo
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menilai kemungkinan peningkatan mutu genetik dan bobot pada bobot secara langsung, peningkatan mutu genetik dan bobot pada bobot setahunan dan bobot potong secara tidak langsung akibat seleksi bobot sapih yang dilakukan secara simulasi. Hasil uji statistik dengan uji t, antara bobot sapih tahun 1989, 1990 dan 1991 dengan bobot sapih hasil simulasi tahun ke 1, 2 dan 3 menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P< 0.01). Rataan perubahan genetik bobot sapih dari seluruh tahun pada pedok I, II, III dan IV adalah 0.59; 0.57; 0.57 dan 0.60 dengan rataan 0.58 kg, sedangkan rataan perubahan genetik bobt setahunan akibat seleksi bobot sapih pada pedok I, II, III, dan IV adalah 0.39; 0.39; 0.36 dan 0.39 dengan rataan 0.38 kg. Rataan perubahan genetik bobot potong akibat seleksi bobt sapih pada pedok I, II, III, dan IV adalah 0.58; 0.60; 0.71; dan 0.60 dengan rataan 0.62 kg. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa seleksi pada bobot sapih selama 10 tahun dapat meningkatkan kemajuan genetik secara langsung pada bobot sapih dan secara tidak langsung pada bobot setahunan dan bobot potong dengan rataan masing-masing 0.58; 0.38 dan 0.62 kg. Seleksi pada bobot sapih sapi daging selama 10 tahun dapat meningkatkan bobot sapih, bobot setahunan dan bobot potong dengan rataan masing-masing 2.28; 1.28 dan 1.14 kg.
Collections
- DT - Animal Science [366]

