Studi kebijakan Alokasi Penggunaan Lahan Untuk Penataan Lingkungan di Kawasan Puncak
Date
1993Author
Risnarto
Soerianegara, Ishemat
Nasoetion, Lutfi I.
R.E. Soeriaatmadja
Talkurputra, Nad Darga
Metadata
Show full item recordAbstract
Kawasan Puncak terletak di Jawa Barat, merupakan kawasan yang penting dari ekologi dan ekonomi dalam mendukung wilayah Jakarta - Bogor - Cianjur. Dalam tahun-tahun terakhir ini timbul masalah degradasi lingkungan akibat ketidakseimbangan antara pembangunan ekonomi dengan pengelolaan ekologi. Areal permukiman dan wisata berkembang cepat dengan menggunakan areal pertanian dan konservasi. Perubahan kepemilikan lahan dan tataguna lahan tempat usaha konservasi telah merusak lingkungan seperti terjadinya tanah longsor, tanah terlantar dan mengakibatkan banjir di Jakarta. Telah banyak peraturan perundangan yang diterbitkan pemerintah untuk mengurangi dampak negatif membangun kawasan Puncak, namun sampai saat ini kurang efektif karena peraturan tersebut tidak didasarkan pada pendekatan terpadu antara kepentingan ekologi dan ekonomi. Disertasi ini mengenalkan tiga langkah pendekatan terpadu untuk mengatasi masalah tersebut. Pertama membuat model optimasi pengguna lahan melalui Program Sasaran Ganda (Multiple Goal Programs) dengan 11 skenario yang menghasilkan model pengguna lahan optimal untuk mengurangi erosi, stabilisasi volume aliran permukaan serta mampu meningkatkan produktifitas lahan pertanian, pendapatan petani dan serapan tenaga kerja di sekitar pertanian. Model juga dapat meminimalkan biaya pembebasan lahan dan usaha konservasi di wilayah lindung. Kedua, menyusun prioritas penerapan model berkaitan dengan kepemilikan lahan dan masalah konservasi. Prioritas disusun berdasarkan kepentingan masyarakat banyak, status kepemilikan lahan serta rencana tata ruang wilayah. Ketiga, mendelegasikan tugas dan tanggung jawab penanganan masalah kepada pemerintah daerah setempat termasuk Camat dan Kepala Desa yang disertai dengan petunjuk teknis dari instansi terkait. The Puncak Area located on West Java is an important zone for the both ecological and economical function to support Jakarta-Bogor-Cianjur region. In recent years there is a problem facing of environmental degradation due to the unbalanced economic development and ecological management. The settlements and tourism area have been rapidly increasing with changes ir agricultural and conservation land areas. The transfer of land ownership and land use without conservation practices will increase environmental damage such as landslide, land burning, and cause flood in the Jakarta municipal. Many regulations have been issued by government to minimize such impact of the development in the Puncak Area, but still ineffective since the regulations have not been based on the integrated approach between ecological and economical opportunity. This dissertation is to promote three stage integrated approach to solve the problem. First, to promote optimized model for land use allocation. The analyses of Multiple Goals Programming with 11 scenarios resulted in an optimum model land use allocation to decrease erosion and stability run-off in one side while increasing productivity and agricultural income and labor in agricultural sector. The model is also minimizing cost for land aquization and cost for conservation practices. Second, to promote priority in implementing the model in relation with land ownership and conservation problems. The priority should be set in public goods, land right and land use planning. Third, to promote autonomous task and responsibility to handle the problems to the local government including Camat and Head of Villages with technical guidance by agencies linkages.


