Pengaruh cekaman panas terhadap kebutuhan vitamin C pada ayam petelur komersial yang sedang berproduksi
The effect on environmental heat stress on the requirement of vitamin C for commercial laying hens

Date
1993Author
Habibie, Arifien
Wahju, Juju
Sugandi, Dawan
Widjajakusuma, Reviany
Muhilal
A. A. Mattjik
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujaun penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa vitamin C dapat mengurang/menghilangkan cekaman panas yang ditandai dengan menurunnya kortisol dan kolesterol dalam darah serta menaikkan kandungan limfosit dalam darah, sebaliknya meningkatkan kandungan hormon tiroid atau tiroksin dalam darah dan meningkatkan efisiensi penggunaan protein. Pendekatan yang dilakukan adalah menguji pengaruh berbagai tingkat vitamin C pada ayam petelur fase I dan III pada kondisi temperatur lingkungan yang panas. rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa: (a) Vitamin C dosis 1200 ppm dapat diberikan pada ayam petelur umur 21-42 minggu dan lebih dari 74 minggu, dengan produksi telur “hen Day” 75% dan 74%, (b) Tidak ada interaksi antara tingkat suplementasi vitamin C dengan umur ayam terhadap kandungan vitamin C dalam plasma darah, kortisol, tiroksin, kolesterol, rataan produksi telur, konsumsi ransum, berat telur, konversi ransum, Haugh Unit, index warna kuning telur dan tebal kerabang, (c) suplementasi vitamin C sangat nyata (P < 0.01) meningkatkan kandungan vitamin C plasma darah, menaikkan nilai Haugh Unit dan Index warna kuning telur, menurunkan kandungan kortisol dan kolesterol dalam plasma dan kuning telur, dan nyata (P < 0.05) meningkatkan rataan produksi”hen day”, menurunkan konversi ransum, tapi tidak mempengaruhi konsumsi ransum, berat telur dan tebal kerabang, (d) Suplementasi vitamin C 1200 ppm pada ayam petelur fase III memberikan respons yang lebih tinggi dan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan ayam petelur fase I.
Collections
- DT - Animal Science [367]

