Perencanaan Lanskap Bumi Perkemahan Ranca Upas Berdasarkan Pendekatan Daya Dukung Ekologi
Abstract
Salah satu bentuk rekreasi alam yang cukup digemari saat ini adalah berkemah. Berkemah dapat dilakukan dengan mudah, murah dan sehat serta dapat menjadi sarana pendidikan dan mampu memberikan rasa cinta alam lingkungan sekaligus memuji kebesaran Tuhan YME. Bumi perkemahan adalah suatu bidang lahan di alam terbuka yang diatasnya dapat didirikan tenda-tenda sebagai tempat berteduh untuk dapat melakukan berbagai aktivitas dan keperluan berkemah. Bumi Perkemahan Ranca Upas (BPRU) yang terletak di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat memiliki potensi untuk berkembang. Hal ini didukung oleh kesejukan udara dan panorama hutan pegunungan yang indah. Namun untuk menciptakan suatu areal perkemahan yang nyaman tidak cukup hanya dengan kesejukan udara dan panorama yang indah, pengelola harus memperhatikan daya dukung dari areal tersebut. Pendugaan daya dukung ekologi rekreasi ditentukan dengan perhitungan laju erosi tahunan (A) berdasarkan persamaan USLE dan laju erosi yang masih dapat ditoleransikan atau nilai T. Persamaan laju erosi tahunan (A), yaitu: AൌR ൈK ൈLS ൈC ൈP Perhitungan nilai erosi yang dapat ditoleransikan (T) didapat dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: ܥൌ ܶ ܴൈܮܵൈܭ Dari hasil analisis untuk satuan lahan berkemah (Cg) diperoleh nilai T dan A yang sama yaitu 1,612 ton/ha/thn, sedangkan untuk satuan lahan Fr nilai T dan A juga sama, yaitu 0.24 ton/ha/thn. Akibat dari aktivitas berkemah, di atas lahan terjadi pemadatan tanah (compaction) yang terlihat dari berkurangnya tebal epipedon sebesar 10 cm. Hasil ini didapatkan dari perbandingan tanah yang belum dipakai untuk kegiatan berkemah dengan tanah yang sudah digunakan untuk berkemah selama 28 tahun. Aktivitas rekreasi aktual pada satuan lahan Cg dilakukan oleh rata-rata 302 orang per minggu, sehingga tingkat pemanfaatan maksimum untuk aktivitas berkemah menjadi (4.9/1.61) x 302 orang/minggu = 919 orang/minggu (Tabel 4). Aktivitas rekreasi aktual pada satuan lahan hutan (Fr) dilakukan oleh rata-rata 16 orang per minggu, sehingga tingkat pemanfaatan maksimum untuk aktivitas berkemah menjadi (4.9/0.24) x 16 orang/minggu = 327 orang/minggu (Tabel 4). T maksimum diperoleh dari tabel 12. Berdasarkan hasil analisis daya dukung ekologi pada tapak, maka alokasi ruang BPRU dapat dikembangkan menjadi 3 ruang, yaitu ruang intensif, semi intensif dan ekstensif. Berdasarkan ketiga alokasi ruang tersebut, maka dikembangkan program ruang dan aktivitas ke dalam rencana lanskap BPRU. Rencana lanskap yang disusun antara lain, pemanfaatan ruang (Rekreasi aktif, rekreasi pasif, dan konservasi), jenis aktivitas (berkemah, piknik, bermain, berkuda, photo hunting dan hiking) dan fasilitas (blok perkemahan, lapangan, warung, kios sewa, areal parkir, musholla, toilet dll).
Collections
- UT - Landscape Architecture [1259]

