| dc.description.abstract | Ikan lais merupakan ikan air tawar yang dikonsumsi masyarakat dan mempunyai
nilai ekonomis tinggi. Produksi ikan lais di provinsi Riau belakangan ini mengalami
penurunan (Diskanlut Provinsi Riau 2007). Usaha konservasi maupun domestikasi
sangat perlu dilakukan dalam upaya pengelolaan sumber daya perikanan. Usaha tersebut
akan lebih terarah dan berhasil apabila informasi fundamental mengenai keragaman
genetik dan biologi reproduksi ikan lais digali lebih dalam dan rinci. Tujuan penelitian ini
adalah untuk (1) mengkaji keragaman genetik ikan lais berdasarkan gen sitokrom b
DNA mitokondria yang akan dijadikan penanda genetik dan hubungan kekerabatan, (2)
mengkaji aspek biologi reproduksi ikan lais yang meliputi ukuran ikan matang gonad,
musim pemijahan, lokasi pemijahan, pola pemijahan dan keterkaitan kondisi lingkungan
terhadap reproduksi.
Penelitian dilakukan dari bulan September 2006 sampai September 2008.
Amplifikasi gen sitokrom b parsial dilakukan dengan mesin PCR menggunakan primer
CBKR1 dan CBKR2 (1104 bp). Kondisi PCR yang digunakan adalah pra PCR selama 5
menit dengan suhu 94ºC, selanjutnya diikuti dengan PCR yaitu denaturasi pada suhu
94ºC selama 30 detik, penempelan (annealing) pada suhu 51ºC selama 45 detik,
pemanjangan pada suhu 72ºC selama 60 detik (sebanyak 35 siklus), kemudian diakhiri
dengan post PCR selama 5 menit pada suhu 72ºC. Produk PCR yang sudah dipurifikasi
digunakan sebagai cetakan untuk perunutan DNA. Sisi homolog dari runutan basa
nukleotida gen sitokrom b Kryptopterus dan Ompok dari S. Kampar, disejajarkan
(multiple allignment) dengan runutan nukleotida gen sitokrom b Kryptopterus dan
Ompok dari data GenBank baik yang utuh maupun parsial. Penentuan penanda genetik
dan hubungan kekerabatan ikan lais dianalisis dengan menggunakan program MEGA
versi 4,0 | |